Santri Yang Ikhlas Dengan Kejelekannya
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Santri Yang Ikhlas Dengan Kejelekannya

Duta Islam #07
Rabu, 04 September 2019
Loading...

hari santri nasional 2019
Santri yang ikhlas dengan kejelekannya. Foto:: istimewa
DutaIslam.Com - Ada suatu kisah seorang santri yang menuntut ilmu pada seorang kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap kyai untuk ujian tersebut.

“Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus “, kata kyai.
Baik pak kyai, apa pertanyaannya ? “Kamu cari orang atau mahkluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari “.

Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan kyai-nya.

Baca: Kisah Santri Mbeling yang Marah Ketika Dinasehati Kiai, "Ojo Turunan, Ojo Dadi Abdul Buthun"

Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yang dapat dikatakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, ” Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus “.

Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. “Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Allah memberi hidayah (petunjuk) dan dia husnul khotimah dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat dikehendaki suul khotimah, bagaimana ? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.

Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yang menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dan sebagainya.
Santri bergumam, ” Ketemu sekarang yang lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi ” . Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya.

Hari Santri Nasional 2019


Waktu akan tidur sehabis ‘Isya, dia merenung, “Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Allah, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yang sangat berat yang kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku. “Aku tidak lebih baik dari anjing itu.

Hari ketiga akhirnya santri menghadap kyai.
Kyai bertanya, “Sudah dapat jawabannya muridku ?”
Santri menjawab, “Sudah guru”, ” Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru”.
Sang kyai tersenyum, “Kamu aku nyatakan lulus”.

Baca: Hari Santri Teguhkan NKRI

Pelajaran yang dapat kita petik adalah: Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong atau merasa lebih baik dari orang atau mahkluk lain. Yang berhak sombong adalah Allah SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berperasangka baik kepada orang atau mahkluk lain yang sama-sama ciptaan Allah. [dutaislam/ka]

close
Banner iklan disini