Mengapa Baca Basmalah Dikeraskan Dalam Fatihah
Cari Berita

Advertisement

Mengapa Baca Basmalah Dikeraskan Dalam Fatihah

Duta Islam #07
Senin, 30 September 2019

membaca basmalah yang benar
Penjelasan membaca keras basmalah. Foto: istimewa
DutaIslam.Com - Sebagian umat Islam membaca basmalah dengan dilirihkan saat baca Surat al-Fatihah dalam salam. Sementara yang kita amalkan adalah dengan membaca keras basmalah tersebut.

Hadist yang dijadikan dalil adalah riwayat An-Nasa'i, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi dan lainnya:

ﻋﻦ ﻧﻌﻴﻢ اﻟﻤﺠﻤﺮ ﻗﺎﻝ: ﻛﻨﺖ ﻭﺭاء ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻓﻘﺮﺃ ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ، ﺛﻢ ﻗﺮﺃ ﺑﺄﻡ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﺣﺘﻰ ﺑﻠﻎ ﻭﻻ اﻟﻀﺎﻟﻴﻦ ﻗﺎﻝ: ﺁﻣﻴﻦ، ﻭﻗﺎﻝ اﻟﻨﺎﺱ: ﺁﻣﻴﻦ، ﻭﻳﻘﻮﻝ ﻛﻠﻤﺎ ﺳﺠﺪ اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ، ﻭﺇﺫا ﻗﺎﻡ ﻣﻦ اﻟﺠﻠﻮﺱ ﻗﺎﻝ: اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ، ﻭﻳﻘﻮﻝ ﺇﺫا ﺳﻠﻢ: " ﻭاﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ، ﺇﻧﻲ ﻷﺷﺒﻬﻜﻢ ﺻﻼﺓ ﺑﺮﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ "

Artinya:
Nuaim Al-Mujmir berkata bahwa: "Saya bermakmum di belakang Abu Hurairah, ia membaca basmalah kemudian Surat al-Fatihah sampai Wa laa Adl-Dlaalliina. Abu Hurairah membaca Amin, para makmum membaca Amin". Setiap sujud Abu Hurairah baca Allahu Akbar dan setelah salam berkata: "Demi Dzat yang aku dalam kuasanya, sungguh aku yang paling mirip shalatnya dengan Rasulullah Shalla Allahu alaihi wa Sallama"

Baca: Amalan Basmalah Kiai Shaleh Darat

Ahli hadist pembela Madzhab Syafi'i, Imam Al-Baihaqi setelah menyebutkan sanad yang lain berkata:

ﻭﻫﻮ ﺇﺳﻨﺎﺩ ﺻﺤﻴﺢ، ﻭﻟﻪ ﺷﻮاﻫﺪ

Artinya:
"Ini sanadnya sahih. Memiliki banyak hadis penguat dari riwayat berbeda" (As-Sunan Al-Kubra 2/68)

Ahli hadist lainnya yang juga bermadzhab Syafi'i, Al-Hafidz Ibnu Hajar menguatkan:

ﺑﻮﺏ اﻟﻨﺴﺎﺋﻲ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺠﻬﺮ ﺑﺒﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ ﻭﻫﻮ ﺃﺻﺢ ﺣﺪﻳﺚ ﻭﺭﺩ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ...

Artinya:
"An-Nasa'i membuat bab hadist diatas dengan mengeraskan basmalah. Ini adalah hadis yang paling sahih tentang mengeraskan bacaan basmalah" (Fath Al-Bari 2/267)

Membaca Basmalah yang Benar


Imam Ibnu Hajar masih melanjutkan komentarnya yang cocok dijadikan jawaban bagi Syekh Al-Albani yang mengutip dari sebagian ahli hadist menilai riwayat diatas sebagai hadis Syadz, karena dalam Kitab Sahih Bukhari atau Muslim hadist ini tidak menyebutkan basmalah, berikut kelanjutannya:

 ﻭﻗﺪ ﺭﻭاﻩ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻏﻴﺮ ﻧﻌﻴﻢ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺑﺪﻭﻥ ﺫﻛﺮ اﻟﺒﺴﻤﻠﺔ ﻛﻤﺎ ﺳﻴﺄﺗﻲ ﻗﺮﻳﺒﺎ ﻭاﻟﺠﻮاﺏ ﺃﻥ ﻧﻌﻴﻤﺎ ﺛﻘﺔ ﻓﺘﻘﺒﻞ ﺯﻳﺎﺩﺗﻪ ﻭاﻟﺨﺒﺮ ﻇﺎﻫﺮ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ اﻷﺟﺰاء ﻓﻴﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﻮﻣﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺜﺒﺖ ﺩﻟﻴﻞ ﻳﺨﺼﺼﻪ

Artinya:
"Banyak ulama meriwayatkan dari Abu Hurairah selain Nuaim, tanpa menyebut basmalah. Jawabnya bahwa Nuaim ini perawi terpercaya, maka penambahan teks (Basmalah) dapat diterima. Hadis ini jelas sekali di dalam semua bagian shalat, sehingga diarahkan kepada keumuman hadis, hingga ada dalil yang mentakhsisnya" (Fath Al-Bari 2/267)

Dari kalangan yang semasa dengan Syekh Al-Albani, yaitu Syekh Syuaib Al-Arnauth ketika memberi catatan dalam Sahih Ibni Hibban, beliau juga menilai hadist tentang membaca basmalah dengan suara keras ini adalah Sahih. Bahkan beliau menilai "Hadis ini sahih sesuai syarat (kriteria) Muslim" (Ta'liq Sahih Ibni Hibban 5/100)

Baca: Penjelasan Lengkap Basmalah dan Hukum Membacanya, Samar atau Nyaring?

Terlepas ada sebagian ulama yang menilai dlaif, namun apa yang telah kita amalkan juga berdasar ijtihad dari Imam Syafi'i yang banyak didukung para ahli hadis. [dutaislam/ka]

Ma'ruf Khozin, Aswaja NU Center Jatim

close
Banner iklan disini