Cerita Perempuan Bercadar Berkali-kali Nyopet Dompet Karyawan hingga Dikeluarkan dari Pabrik
Cari Berita

Advertisement

Cerita Perempuan Bercadar Berkali-kali Nyopet Dompet Karyawan hingga Dikeluarkan dari Pabrik

Duta Islam #03
Senin, 09 September 2019

Perempuan bercadar. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Cerita ini dari Elin Nurjanah, Warga Desa Bojongloa, Rancaekek, Kabupaten Bandung. Elin menjadi saksi seorang perempuan bercadar mencopet dompet milik salah satu karywan di sebuah pabrik.

Berikut ini cerita Elin yang dikirim kepada redaksi dutaislam.com, Ahad 08 Agustus 2019.

Kejadiannya sekitar tahun 2009. Saat itu saya baru 2 tahun kerja di sebuah garmin di Bandung. Perusahaan itu punya lima gedung dan tiap gedung terdiri dari ratusan karyawan.

Saya karyawan yang kerja di gedung 2. Sedangkan si korban di gedung 5. Perempuan bercadar itu juga kerja di gedung tersebut, namun saya lupa lagi dia kerja di gedung. Intinya kami memang tidak saling kenal satu sama lain.

Beberapa hari sebelum libur Idul Fitri pabrik mengumumkan ke tiap gedung bahwa pembagian THR akan dibagikan hari itu secara serempak di semua gedung. Karena kebijakan pabrik tempat saya kerja kalau THR selalu diberikan secara tunai, sedangkan gaji pokok tiap bulan selalu di transfer melalui ATM yang di sediakan pabrik.

Setengah jam sebelum bubar, THR pun di bagikan. Hari itu bertepatn dengan hari sabtu sehingga waktu kerjapun cuma setengah hari. Jadi jam 12 siang pabrik sudah bubar. Seperti biasa, karyawan dari tiap gedung membubarkan diri dengan tertib.

Setelah keluar dari gerbang utama, saya liat si korban lagi asyik ngobrol dengan temannya dan si perempuan bercadar pun ada di belakang si korban. Sekilas tidak ada yang mencurigakan. Perempuan bercadar itu kemudian berjalan beriringan dengan si korban (bisa di bilang mepet si korban) dan mengambil dompet korban.

Dan tidak lama setelah itu, si korban teriak "jambret" dan minta tolong. Perempuan bercadar itu tidak bisa lari lebih jauh karena waktu itu semua orang di gedung baru bubar dari kerja sehingga jalanan depan pabrik di penuhi karyawan. Tidak ada kesempatan buat si pelaku kabur dari kerumunan orang.

Semua orang tidak sadar dengan perbuatan pelaku termasuk saya karena si pelaku memakai hijab yang panjang dan bercadar.

Perempuan bercadar itu melakukan aksinya tidak mudah diketahui karena tangannya tertutup hijabnya yang panjang serta. Ekspresi wajahnya saat mengamati keadaan sekitar juga tidak terlihat orang lain. Saya sendiri hanya bisa lihat matanya saja.

Korban saat itu membawa tas tenteng kecil yang di selipkan ketiak. Jadi si korban tidak memakai tas selempang seperti yang lain sehingga otomatis memudahkan pelaku untuk merogoh dompet yang di bawa si korban.

Setelah mendengar keributan dari luar pabrik, satpam pun datang untuk mengamankan pelaku yang sudah di kepung karyawan lain. Pelaku dan korban serta beberapa saksi kemudian dibawa satpam untuk di mintai keterangan.

Saya juga tidak tahu apa motif dari si pelaku melakukan aksi nekat tersebut. Yang jelas si pelaku bukan pertama kalinya melakukan hal tersebut. Dia pernah ngambil dompet karyawan lain di dalam gedung.

Kebijakan dari pabrik kemudian mengeluarkan perempuan bercadar itu dari pabrik karena takut kejadian itu kembali terulang lagi dan karyawan lain menjadi korban. Si korban pun agak was-was dan selalu waspada dengan orang yang memakai cadar. Dia takut peristiwa itu dialaminya lagi.

Yang saya herankan, kok bisa orang yang berpenampilan alim seperti itu bisa melakukan hal tersebut dan dilakukan di depan puluhan bahkan ratusan orang. [dutaislam.com/pin]


close
Banner iklan disini