Tak Menguasai Kitab Kuning, Ini Jawaban Simpel Sarjana Eksak Saat Ditanya Mengapa Tolak HTI
Cari Berita

Advertisement

Tak Menguasai Kitab Kuning, Ini Jawaban Simpel Sarjana Eksak Saat Ditanya Mengapa Tolak HTI

Duta Islam #03
Senin, 12 Agustus 2019

Mahasiwa aksi setuju pembubaran HTI pada 2017 lalu. Ilustrasi: Istimewa.
DutaIslam.Com - Akun Facebook bernama Putri Septiyana Ningrum curhat di Facebook bahwa dirinya yang menolak keras Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dipertanyakan oleh seorang bapak-bapak.

Pertanyaan itu menyasar lantaran Putri tidak begitu menguasai kitab kuning. Sehingga dikesankan hanya gaya-gayaan.

"Mbak, sampean gak lanyah moco kitab kuning kok gaya-gayaan meh counter HT dan kroni-kroninya? (Mbak, sampean nggak begitu mahir kitab kuning kok gaya-gayaan mau mengkonter HTI dan kroni-kroninya, Red)," tulis Putri menceritakan dialog dirinya dengan bapak-bapak tersebut di akun Facebookya, Senin (12/08/2019).

Mendengar pertanyaan itu, putri mengaku sempat tertunduk karena pertanyaan bapak-bapak itu terdengar masuk akal. Alasannya, Putri yang tidak begitu paham kitab kuning itu tentu akan gelagapan jika ditanya masalah dalil.

Namun, terkait dengan HTI Putri punya alasan sendiri mengapa harus menolak bahkan mengkonter propaganda HTI walaupun dirinya tidak begitu mahir dalam kitab kuning.

Bagi Putri, masalah HTI sudah menyangkut NKRI. Sehingga menolak HTI tidak harus mahir kitab kuning, nyantri atau tidak nyantri. Bahkan, kata Putri, non Muslim sekalipun harus menolak HTI.

"Enggeh leres sanget niku pak. Saya ndak bisa baca kitab. Tapi saya hanya memenuhi kewajiban kulo pak, kalau sudah menyangkut NKRI niku kadose mboten wonten bentene badhe ingkang mondok nopo ingkang mboten. Bahkan non Islam sekalipun. Kulo namung sagete ngeten mawon."

(Iya memang betul begitu, pak. Saya tidak bisa baca kitab. Tapi saya hanya memenuhi kewajiban saya, pak. Kalau sudah menyangkut NKRI tidak ada bedanya antara yang mondok atau tidak. Bahkan non Muslim sekalipun. Saya bisanya hanya itu saja, Red)," tulis Putri melanjutkan cerita yang terjadi siang hari itu.


Penelusuran Dutaislam.com, Putri merupakan salah satu sarjana eksak lulusan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Tulisan Putri di Facebook mendapat sejumlah komentar bernada pujian.

Sebagaimana diketahui, HTI merupakan ormas terlarang yang telah dibubarkan pemerintah pada 2017. HTI dibubarkan lantaran memiliki misi menegakkan khilafah dan berpotensi merusak NKRI. Namun, meski telah dibubarkan, sampai sekarang tokoh-tokoh HTI masih gencar mengkampanyekan khilafah kepada masyarakat. [dutaislam.com/pin]


close
Banner iklan disini