Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Kahfi Ayat 18
Cari Berita

Advertisement

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Kahfi Ayat 18

Duta Islam #04
Rabu, 14 Agustus 2019

Penjelas Surat al-Kahfi ayat 18 (sumber:istimewa)
Tafsir Surat al-Kahfi ayat 18 membincang tentang kisah Ashabul Kahfi yang tertidur di dalam gua. Surat al-Kahfi ayat 8 ini menggambarkan bagaimana bagaimana kelompok Ashabul Kahfi terlihat tidak tertidur.
DutaIslam.Com - Surat al-Kahfi ayat 18 tersebut dengan jelas menyatakan bahwa kelompok Ashabul Kahfi ini dalam keadaan tertidur. Meskipun demikian, banyak yang beranggapan bahwa mereka sedang terjaga.

Surat al-Kahfi ayat 18 ini menepis anggapan yang menyatakan bahwa kelompok Ashabul Kahfi dalam keadaan terjaga. Padahal, mereka sedang tertidur.

وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا (18)

"Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan [diri] dan tentulah [hati] kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka. (QS. Al-Kahfi: 18)

Di dalam dijelaskan bahwa saat kelompok Ashabul Kahfi tertidur, mereka tidak seperti orang tidur pada umumnya. Mata mereka tetap terbuka laiknya orang yang terjaga.

Atas dasar itu, Allah SWT di dalam Surat al-Kahfi menegaskan Ashabul Kahfi di dalam gua diduga dalam keadaan sadar. Allah SWT menidurkan mereka dalam keadaan seperti itu karena agar tidak mudah rusak dan tetap langgeng.

ذكر بعض أهل العلم أنهم لما ضرب الله على آذانهم بالنوم ، لم تنطبق أعينهم ؛ لئلا يسرع إليها البلى فإذا بقيت‌ ظاهرة للهواء كان أبقى لها ؛ ولهذا قال تعالى : ( وتحسبهم أيقاظا وهم رقود )

"Sebagian pakar ilmu menjelaskan ketika Allah SWT menidurkan telingan mereka, mata mereka tetap terbuka. Hal itu dilakukan agar tidak mudah rusak. Sebab, jika tetap dalam keadaan terbuka akan udara, maka itu membuat lebih langgeng. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman ( وتحسبهم أيقاظا وهم رقود .

Kemudian, anjing yang bersama kelompok Ashabul Kahfi setia menunggu bahkan berjaga selama mereka tertidur. Anjing tersebut berdiri di pintu gua untuk menjaga tuannya.

Diriwayatkan dari Imam Ibnu Juraij, anjing peliharaan Ashabul Kahfi senantiasa menjaga di depan pintu gua. Anjing tadi berbaring sambil menyimpuhkan kakinya di depan pintu, seolah-olah dia menjaga mereka.

Siapapun yang melihat Ashabul Kahfi tertidur dalam keadaan seperti itu, pasti ia akan diselimuti rasa takut dan khawatir. Terlebih lagi, di depan gua tersebut terdapat anjing penjaga yang siap siaga. Allah SWT menjadikan hal itu agar Ashabul Kahfi tidak terjamah oleh siapapun hingga batas waktu yang ditentukan.

Demikianlah kisah Asahabul Kahfi yang termaktum di dalam Surat al-Kahfi ayat 18. Kisah tersebut dapat memberikan inspirasi manfaat berteman dengan orang-orang baik. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini