Mbah Moen Adalah Wali Ghauts
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Mbah Moen Adalah Wali Ghauts

Duta Islam #01
Selasa, 13 Agustus 2019
Loading...

derajat kewalian kh maimoen zubair
KH. Maimoen Zubair saat menghadiri sebuah acara di Jepara beberapa tahun lalu. Foto: istimewa.

Oleh Muhammad N. Faizin

Dutaislam.com - Semalam dapat pencerahan menarik dari Gus Halimi Jombang, salah satu guru saya yang rutin setiap Selasa Kliwon, Majelis Soko Jeporo.

Beberapa hal yang perlu saya tanyakan kepada beliau, yang kebetulan sangat dekat secara langsung juga secara rohani dengan Mbah Moen. Saya menanyakan perihal kategori Wali apa beliau Simbah Maimoen Zubair. Dan Gus Halimi menjawab, "Mbah Moen termasuk Wali Ghouts".

Wali al-Ghauts adalah wali yang sangat paripurna, derajatnya tinggi di sisi Allah Swt. Ia memimpin dan menguasai para waliyullah di seluruh alam semesta. Jumlahnya hanya seorang pada tiap masanya. Jika wali ini wafat, maka wali Quthub lainnya lah akan menggantikan.

Ada hikmah dan kesimpulan, bahwa simbah Maemoen Zubair derajatnya adalah wali Qutub al Ghouts pada zamannya dan (bahkan) lintas masa, sehingga beliau wafat, dan wali yang menggantikan adalah wali Ghauts berikutnya, yang menyesuaikan zamannya.

Baca: Habib Luthfi: Wali yang Masa Hidupnya Ahli Darok, Setelah Wafat Akan Ahli Menolong

Tentunya wali Ghauts bisa lebih muda dari Mbah Moen. Siapapun itu, semoga pengganti Mbah Moen pastinya mampu membimbing umat secara universal, bukan parsial seperti Mbah Maemoen.

Dalam dialog semalam seusai istighosah, ada kesimpulan yang membuat saya terkesima, bahwa Mbah Maemoen itu salah satu ulama' yang 'alim juga ahli hikmah yang istiqamah. Setiap dzikir dan do'anya dampaknya sudah dirasakan meluas seantero dunia.

Ahli hikmah kelas paling rendah, dzikir dan do'anya paling tidak bisa memberikan dampak pada umat yang berada di radius 200 m2 di sekitar tempat ia berdzikir dan berdo'a. Itu yang paling rendah saja.

إذا مات العالم بكت عليه أهل السموات والأرض سبعين يوما

Artinya:
"Ketika seorang 'Âlim wafat, semua penghuni langit dan bumi menangisi kepergiannya selama 70 hari".

Sang wali Ghouts, Mbah Moen, ketika beliau kapundut (wafat) semesta alam turut bersedih atas kepergiannya. Langit Kota Makkah mendung dan hujan. Ketika tim medis menyatakan beliau wafat pada pukul 04.17 WAS, mendung dan hujan muncul sejak subuh, mengiringi hingga proses  pemakaman beliau di Jannatul Ma'la. Alfatihah! [dutaislam.com/ab]

Loading...