Shalawat Termasuk Ibadah yang Utama
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Shalawat Termasuk Ibadah yang Utama

Duta Islam #07
Rabu, 03 Juli 2019
Loading...

keutamaan shalawat kepada nabi
Keutamaan shalawat kepada nabi. Foto: istimewa
Kalam indah Maulana Syaikh Ali Jum'ah hafidhohulloh: Nabi Muhammad SAW adalah arah hati setiap mukmin, kiblat pusat dan poros roh. Rasulullah adalah pintu menuju Allah. Tidak ada jalan keselamatan kecuali melalui pintu ini. Shalawat adalah pintu yang benar untuk masuk kepada Nabi Muhammad SAW. Masuklah kepada Rasulullah dengan shalawat dan terus memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

DutaIslam.Com - Bila kita ingin mengetahui bahwa shalawat termasuk ibadah yang utama, maka perhatikan dan renungkan firman Allah SWT dalam Al-Quran:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا  

Artinya:
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya, bershalawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab 56).

Dari ayat tersebut kita mengetahui, Allah SWT saja yang memiliki segala-galanya termasuk diri kita yang kecil ini, mau bershalawat terhadap Nabi Muhammad SAW, dan juga para malaikat yang telah dijamin tak akan berbuat kesalahan turut bershalawat terhadap Nabi, mengapa diri kita yang telah diselamatkan beliau masih melupakan ibadah yang teramat mulia ini. Sesungguhnya perbuatan seseorang menunjukkan pada perangai dirinya.

Baca: Mengulas Kehebatan Shalawat Nabi

Shalawat adalah sebuah ibadah yang tidak berbatas alam, jarak ataupun waktu. Artinya bila diucapkan maka akan menembus alam langit yang sangat jauh, didengar para malaikat, lalu turut menyampaikan doa bagi manusia yang mengucapkannya, dan menembus Alam kubur menyampaikan salam yang diucapkan manusia kepada Nabi Muhammad SAW.
Nabi SAW bersabda:

ما منكم من أحدٍ سلّم علي إذا متُّ إلا جاءني جبريل فقال جبريل يا محمد هذا فلان ابن فلان يُقرئك السلام، فأقول وعليه السلام ورحمة الله وبركاته. (رواه أبو داود).

Artinya:
Tidak ada salah seorang di antara kamu yang mengucapkan salam kepadaku sesudah aku mati melainkan malaikat jibril datang kepadaku seraya mengucapkan: ‘wahai Muhammad, ini Fulan bin Fulan mengucapkan salam untukmu, maka aku menjawab: “dan atasnya salam dan rahmat serta berkah dari Allah”. (HR. Abu Daud)

Shalawat kepada Rasulullah SAW adalah ibadah yang pasti di terima oleh Allah dari siapa pun yang membacanya. Allah menerima shalawat dari orang mukmin, bertakwa, bahkan dari orang munafik, fasik dan lainnya. Hal ini karena sebenarnya yang memberi shalawat adalah Allah.

Sesungguhnya banyak shalawat akan menjadikannya taat menjalankan kewajiban, perintah Allah, meninggalkan larangan, serta mendekatkannya kepada Allah. Semakin banyak ia shalawat maka Allah semakin membuka lebar pintu-pintu ketaatan untuknya, karena Allah pasti menerima shalawat ini, meski dilakukan oleh hati yang fasik dan jahat.

Keutamaan Shalawat kepada Nabi


Sebagaimana diketahui bahwa shalawat dari Allah bermakna rahmat, shalawat dari malaikat atau manusia bermakna doa.

Syekh Ismail Al-Hamidi juga menegaskan soal manfaat shalawat bagi Nabi Muhammad SAW dan orang yang membaca shalawat sebagaimana dikutip oleh Syekh M Nawawi Banten berikut ini:

فالجواب أن المقصود بصلاتنا عليه طلب رحمة لم تكن فإنه ما من وقت إلا وهناك رحمة لم تحصل له فلا يزال يترقى في الكمالات إلى ما لا نهاية له فهو ينتفع بصلاتنا عليه على الصحيح لكن لا ينبغي أن يقصد المصلي ذلك بل يقصد التوسل إلى ربه في نيل مقصوده

Artinya:
 “Jawabannya, tujuan shalawat (doa) kita untuk Nabi Muhammad SAW adalah permohonan rahmat baru yang belum ada karena tiada satu waktu yang berlalu kecuali di situ terdapat rahmat Allah yang belum didapat oleh Rasulullah. Dengan shalawat, derajat Nabi Muhammad SAW selalu naik dalam kesempurnaan tak terhingga. Jadi, Rasulullah SAW jelas menerima manfaat atas shalawat kita kepadanya, menurut pendapat ulama yang shahih. Tetapi orang yang bershalawat tidak seharusnya bermaksud demikian, tetapi bermaksud tawasul kepada Allah (melalui shalawat) dalam mewujudkan harapannya,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 4).

Berikut daftar ibadah-ibadah yang ada pada setiap sholawat:

1. Ibadah dzikir. Pada dasarnya shalawat adalah dzikir, karena kita mengingat Allah dalam shalawat.

2. Ibadah menjalankan perintah Allah yang mewajibkan kita bershalawat untuk Rasulullah. Maka bershalawat adalah bentuk ketaatan.

3.Ibadah Ta`dzim. Sholawat adalah bentuk penghormatan (ta`dzim) kita kepada baginda Nabi Muhammad shallallāhu `alaihi wa sallam. Menghormat Nabi juga merupakan hal yang wajib bagi kita.

4. Sholawat terbentuk dari kalimat yang paling mulia, yaitu kalimat syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah. Hal ini karena selawat dimulai dengan permintaan kepada Allah agar Memberi shalawat. Meminta kepada Allah merupakan bentuk pengakuan terhadap ke-Esa-an Allah.  Kemudian, setiap sholawat adalah bentuk keimanan kepada Rasulullah shallallāhu `alaihi wa sallam.

Baca: Mempopulerkan Shalawat Kebangsaan Karya KHR Asnawi

Ini adalah beberapa keutamaan shalawat: Tidak mungkin ada yang mengetahui hakikat dan keutamaan shalawat kecuali orang yang telah Allah buka nikmat shalawat padanya.
Sholawat dapat menjaga, mencukupi, mengobati, membentengi dan melahirkan cinta kepada Nabi Muhammad shallallāhu `alaihi wa sallam di hati setiap mukmin, sehingga mereka mudah taat melakukan perintah, meninggalkan larangan. Bahkan sholawat juga yang menjaga cinta ini dan melindunginya.

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين

Dengan shalawat seorang hamba Allah bisa tinggikan derajatnya.
Dengan sholawat seorang mukmin dimuliakan dengan jawaban Rasulullah secara langsung kepadanya, karena Rasulullah menjawab setiap orang yang mengirim salam selawat kepadanya. [dutaislam/ka]

close
Banner iklan disini