Nasihat Kiai Azaim Sukorejo Ini Cocok untuk Mualaf yang Caci Maki Ibunya Karena Non Muslim
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Nasihat Kiai Azaim Sukorejo Ini Cocok untuk Mualaf yang Caci Maki Ibunya Karena Non Muslim

Duta Islam #03
Senin, 15 Juli 2019
Loading...

Pengajian Umum Kiai Azaim Ibrahimy dalam rangka Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Mashlahatul Hidayah, Errabu Bluto, Sumenep, Madura, Sabtu (13/07/2019). Foto: M. Arifin. 
DutaIslam.Com - Dalam keadaan apapun seorang ibu harus dimuliakan. Demikian pesan Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Kiai Ach Azaim Ibrahmy saat mengisi pengajian umum dalam acara Haflatul Imtihan di Pesantren Mashlahatul Hidayah Sumenep, Sabtu (13/07/2019).

"Mau sowan ke penjuru dunia sekalipun kalau ibunya sendiri tidak memuliakan maka tidak akan mendapat kemuliaan," ujar Ra Azaim di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

Menurut Ra Azaim, keharusan memuliakan seorang ibu tidak mengenal batas. Bahkan sekalipun ia tidak beragama Islam. Menurutnya, penghormatan kepada seorang ibu bagian dari adab dan sopan santun.

"Jangan ikuti perintah buruknya. Kalau nasehatnya tidak perlu, jangan pegang untuk keilmuan. Kalau penghormatan harus. Bedakan antara harus menghormati dan mentaati," katanya.

Ra Azaim kemudian menjelaskan larangan menyebut kejahatan orang kafir, terutama yang sudah meninggal. Hal ini sebagaimana dicontohkan nabi. Nabi menegur sahabat yang menyebut-nyebut kejelekan di hadapan Ikrimah, putri Abu Jahal yang masuk Islam mengikuti nabi.

"Fenomena umat Islam saat ini memprihatinkan. Tidak bisa bedakan antara yang ditaati dan apa yang harus dihormati," ujarnya.

Sebelumnya, beredar di media sosial video ceramah mualaf Dewi Purnamawati yang mencaci makinya ibunya karena Non Muslim. Tidak begitu jelas apa kasus yang dibahas dalam ceramah Dewi. Dalam video pendek, pernyataan Dewi diawali dengan ungkapan begini: "Ibu saya bilang, buktikan!"

Dewi langsung melanjutkan ceramahnya yang terlihat disampaikan di podium.

"Pantang saya mengalah di depan orang kafir, walaupun itu ibu saya. Pantang saya menangis di depan orang kafir walaupun itu ibu saya. Pantang saya mengemis belas kasihan kepada orang kafir walaupun itu ibu saya," ujar Dewi.

"Maka saya heran, kalau ada orang Islam membela orang kafir, saya heran sekali. Apa tidak takut pengadilan Allah. Apalagi menghina Al-Qur'an dibela," sambungnya.

Potongan video Dewi menjadi perbincangan di sebuah grup Wathsapp. Akun bernama Anwar yang memposting video tersebut memberikan catatan.

"Orang-orang mualaaf yang langsung merasa paling suci dan ahli syurga dan dikasih panggung plus  micropon begini sangat berbahaya. Dengan lantang mempertanyakan apakah tidak takut.dengan adzab allah? Tapi dia sendiri tidak takut dengan adzab Allah karena dengan bangganya mencaci maki ibunya di depan khalayak," tulis Anwar. [dutaislam.com.com/pin]

Loading...