Dua Terduga Teroris di Padang Ditangkap Densus 88, Pemkot Pariaman: Jadikan Alarm
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Dua Terduga Teroris di Padang Ditangkap Densus 88, Pemkot Pariaman: Jadikan Alarm

Duta Islam #02
Kamis, 25 Juli 2019
Loading...

Asisten I Walikota Pariaman, Noviardi.
DutaIslam.Com - Dua orang terduga teroris ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri beberapa hari lalu di Padang, Sumatera Barat. Pemerintah Kota Pariaman meminta kejadian tersebut sebagai alarm pemantik deteksi dini terhadap penyebarluasan paham radikal terorisme.

Hal itu diungkapkan oleh Asisten I Walikota Pariaman, Noviardi, saat menyampaikan sambutan pembukaan kegiatan Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi di Kota Pariaman, Kamis (25/7/2019). Kegiatan ini diselenggarakan oleh BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Barat.

"Jangan melihat penangkapan itu dengan menyebut Ranah Minang adalah daerah radikal. Tapi penangkapan itu sebelum-sebelumnya tidak ada, kenapa sekarang ada?," ungkap Noviardi.

Terjadinya penangkapan terduga teroris itu disebut oleh Noviardi sebagai penanda bahwa paham radikal terorime sudah masuk ke Sumatera Barat. Masyarakat Minang yang memang dikenal religius, diminta menjadikan penangkapan itu sebagai alarm.

"Dengan adanya penangkapan itu kita harus menjadi sadar dan melakukan deteksi dini, jangan sampai paham yang mengajarkan kekerasan itu menumpangi agama kita dan menjadikan citranya buruk," jelas Noviardi.

Dalam sambutannya pria bertubuh tambun itu juga mengutip apa yang dipanjatkan pembaca doa di pembukaan kegiatan, yaitu agar Tuhan menjadikan orang-orang yang menilai Islam mengajarkan radikalisme tersadar.  "Tambahi juga doanya dengan meminta agar Tuhan menyadarkan orang-orang yang selama ini mengatasnamakan Islam dalam aksi teror yang dilakukanya. Kita semua sepakat Islam tidak mengajarkan radikalisme, karena itu tugas kita bersama mencegah radikalisme dan terorisme," tandasnya.

Ketua FKPT Sumatera Barat, Zaim Rais, mengatakan kegiatan ini menghadirkan kepala desa, lurah, Babinsa, dan Babinkamtibmas se-Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman sebagai peserta. Dipilihnya Kota Pariaman sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada manfaat yang diharapkan bisa dicapai melalui kegiatan ini.

"Kenapa Pariaman yang dijadikan lokasi kegiatan? Bukan karena di sini sudah ditemukan radikalisme, tapi lebih karena manfaatnya semoga bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat Sumatera Barat. Kegiatan ini bersifat pencegahan, jangan sampai paham radikal terorisme tumbuh di tengah masyarakat Pariaman yang dikenal damai," kata Zaim. [dutaislam.com/shk/gg]

Loading...