Bolehkan Wanita Haid Membaca al-Quran? Ini Penjelasan Madzhab Hanafi
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Bolehkan Wanita Haid Membaca al-Quran? Ini Penjelasan Madzhab Hanafi

Duta Islam #04
Rabu, 10 Juli 2019
Loading...

Penjelasan wanita haid membaca al-Quran (sumber:istimewa)
Bolehkah perempuan yang sedang haid membaca al-Quran? Begitulah pertanyaan yanh seringkali ditanyakan di masyarakat.

DutaIslam.Com - Terkait permasalahan di atas, para ulama berselisih pendapat. Ada dua pendapat di antara para ulama terkait boleh dan tidaknya orang yang haid membaca al-Quran.

Jumhur ulama berpendapat bahwa haram bagi perempuan haid membaca al-Quran. Pendapat ini diwakili Madzhab Syafi'i, Hanbali dan Hanafi.

Dalam Mazhab Hanafi, perempuan yang sedang haid diharamkan membaca al-Quran meskipun satu ayat. Berbeda jika ia mengeja perkata suatu ayat, maka hal itu diperbolehkan.

Pun demikian dengan perempuan haid yang membaca al-Quran dengan niat dzikir atau memuji kepada Allah SWT, ia diperkenankan membaca al-Quran. Hal itu dengan ketentuan khusus. Yakni, ayat-ayat yang dibaca terdapat unsur doa.

Apabila ayat-ayat yang dibacakan bernuansa doa, namun redaksi ayatnya tidak secara mengandung muatan doa, maka haram bagi wanita haid membacanya seperti Surat al-Masad.

Salah satu ulama mazhab Hanafi, as-Sarakhsi (483 H) menjelaskan bahwa wanita haid tidak diperkenankan membaca ayat al-Quran, memegang mushaf dan masuk ke masjid.

وليس للحائض مس المصحف ولا دخول المسجد ولا قراءة آية تامة من القرآن

“seseorang yang sedang haid tidak diperbolehkan memegang mushaf, memasuki masjid dan membaca satu ayat Al-Qur’an dengan sempurna“.

Pendapat di atas senada dengan apa yang disampaikan Imam al-Kasani (587 H) di dalam kitab Badai’ Ash-Shanai’ fi Tartibi as-Syarai’. Beliau merupakan salah satu ulama di kalangan madzhab Hanafi.

وَأما حكم الحيض والنفاس فمنع جواز الصلاة، والصوم، وقراءة القرآن، ومس المُصحف إلا بغلاف، ودخول المسجد، والطواف بالبيت

“Adapun hukum wanita haid dan nifas maka tidak diperbolehkan shalat, puasa, membaca al-Qur’an, memegang mushaf tanpa sampul, masuk masjid, dan thawaf di baitullah”.

Adapun kebolehan membaca al-Quran sebagaimana dijelaskan di atas, jika diniatkan adalah membaca kosa katanya. Hal itu dijelaskan Ibnu Abdin dalam kitabnya Radd al-Muhtar ala ad-Dur al-Mukhtar.

 قوله وقراءة قرآن أي ولو دون آية من المركبات لا المفردات ; لأنه جوز للحائض المعلمة تعليمه كلمة كلمة كما قدمناه وكالقرآن التوراة والإنجيل والزبور كما قدمه المصنف 

"Tidak bolehnya membaca di bawah satu ayat dalam bentuk susunan kalimat dan bukan kosa katanya, dikarenakan boleh bagi seorang pengajar al-Quran mengajarkan kata perkata yang terdapat dalam al-Quran sebagaimana yang telah kami paparkan sebelumnya".

Demikian penjelasan ulama madzhab Hanafi terkait perempuan haid membaca al-Quran. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi umat Islam. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini