Hidupmu Tidak Akan Baik Bila yang Lain Bermadzhab, Engkau Tidak
Cari Berita

Advertisement

Hidupmu Tidak Akan Baik Bila yang Lain Bermadzhab, Engkau Tidak

Duta Islam #01
Selasa, 18 Juni 2019

berdakwah dengan cara mengafirkan orang lain akan membuat masyarakat makin tak risau
Aceh sudah ratusan tahun menerapkan amaliyah bermadzhab empat. Tiba-tiba saja ada pendakwah yang mengaku tidak bermadzhab yang ceramahnya sering menghina amaliyah aswaja dan Rasulullah Saw, ya wajar jika ditolak. Jangan berdakwah seolah menyamakan penolakan dengan kasus Nabi ditolak dakwahnya oleh musyrikin. Ngawur namanya.

Oleh KH. Ma'ruf Khozin

Dutaislam.com - Muhammad, putra Qadli Abu Ya'la berkata bahwa ada seseorang yang ingin belajar ilmu fiqih kepada ayahnya. Qadli Abu Ya'la berkata:

ﺃﻧﺖ ﺷﺎﻓﻌﻲ، ﻭﺃﻫﻞ ﺑﻠﺪﻙ ﺷﺎﻓﻌﻴﺔ، ﻓﻜﻴﻒ ﺗﺸﺘﻐﻞ ﺑﻤﺬﻫﺐ ﺃﺣﻤﺪ؟

Artinya:
"Kau bermadzab Syafi'i, warga negaramu juga pengikut Syafi'i. Mengapa kau ingin belajar Madzhab Hambali?"

Pemuda itu menjawab:

ﻗﺎﻝ: ﻗﺪ ﺃﺣﺒﺒﺘﻪ ﻷﺟﻠﻚ.

Artinya:
"Saya senang Madzhab Hambali karena saya senang pada Anda".

Baca: Dinilai Anti Aswaja, Firanda Ditolak Masyarakat Aceh

Qadli Abu Ya'la berkata:

ﻓﻘﺎﻝ: ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﻣﺎ ﻫﻮ ﻣﺼﻠﺤﺔ. ﺗﺒﻘﻰ ﻭﺣﺪﻙ ﻓﻲ ﺑﻠﺪﻙ ﻣﺎ ﻟﻚ ﻣﻦ ﺗﺬاﻛﺮﻩ، ﻭﻻ ﺗﺬﻛﺮ ﻟﻪ ﺩﺭﺳﺎ، ﻭﺗﻘﻊ ﺑﻴﻨﻜﻢ ﺧﺼﻮﻣﺎﺕ، ﻭﺃﻧﺖ ﻭﺣﻴﺪ ﻻ ﻳﻄﻴﺐ ﻋﻴﺸﻚ

Artinya:
"Wahai anakku, itu tidak baik. Kau akan menyendiri di daerahmu, tidak ada yang bisa diajak belajar denganmu. Kau akan mengalami permusuhan sementara kau seorang ini. Hidupmu tidak akan baik"

Qadli Abu Ya'la ini kemudian mengantarkan pemuda tersebut kepada Syekh Abu Ishaq yang bermadzab Syafi'i. (Baca Al-Hafidz Adz-Dzahabi, Tarikh Al-Islam: 32/157)

Duhai para pendakwah Salafi wa man intasaba ilaihim, Aceh adalah Serambi Mekkah. Ratusan tahun saudara kami di sana telah menjalankan syari'ah Islam dengan pemahaman 4 Madzhab, sama seperti kami di Nahdlatul Ulama.

Baca: Firanda dan Mereka yang Memanfaatkan Keshalehan Orang-orang Kaya Saudi Arabia

Jika dakwah Anda di sana ditolak dan dihalangi bukan karena Anda sama seperti Nabi yang hendak mendakwahkan Islam kepada kaum musyrikin. Jika begitu, pergilah ke negara yang belum didatangi pendakwah Islam.

Madzhab kita memang beda, tetapi cara dakwah Anda yang sering mengklaim syirik, bid'ah dan seterusnya beresiko mendapat penolakan. Lalu mengklaim ini sebagai ujian dakwah? [dutaislam.com/ab]

close
Banner iklan disini