Dakwah Beda Madzhab, Bukan Beda Agama
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Dakwah Beda Madzhab, Bukan Beda Agama

Duta Islam #02
Sabtu, 15 Juni 2019
Loading...

Firanda ditolak di Aceh. (Foto: istimewa)
Oleh Kiai Ma'ruf Khozin

DutaIslam.Com - Muhammad Putra Qadli Abu Ya'la berkata bahwa ada seseorang yang ingin belajar ilmu fikih kepada Ayahnya. Qadli Abu Ya'la berkata:

ﺃﻧﺖ ﺷﺎﻓﻌﻲ، ﻭﺃﻫﻞ ﺑﻠﺪﻙ ﺷﺎﻓﻌﻴﺔ، ﻓﻜﻴﻒ ﺗﺸﺘﻐﻞ ﺑﻤﺬﻫﺐ ﺃﺣﻤﺪ؟

"Kau bermadzab Syafi'i, warga negaramu juga pengikut Syafi'i. Mengapa kau ingin belajar Madzhab Hambali?"

Pemuda itu menjawab:

ﻗﺎﻝ: ﻗﺪ ﺃﺣﺒﺒﺘﻪ ﻷﺟﻠﻚ.

"Saya senang Madzhab Hambali karena saya senang pada Anda"

Qadli Abu Ya'la berkata:

ﻓﻘﺎﻝ: ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﻣﺎ ﻫﻮ ﻣﺼﻠﺤﺔ. ﺗﺒﻘﻰ ﻭﺣﺪﻙ ﻓﻲ ﺑﻠﺪﻙ ﻣﺎ ﻟﻚ ﻣﻦ ﺗﺬاﻛﺮﻩ، ﻭﻻ ﺗﺬﻛﺮ ﻟﻪ ﺩﺭﺳﺎ، ﻭﺗﻘﻊ ﺑﻴﻨﻜﻢ ﺧﺼﻮﻣﺎﺕ، ﻭﺃﻧﺖ ﻭﺣﻴﺪ ﻻ ﻳﻄﻴﺐ ﻋﻴﺸﻚ

"Wahai anakku, itu tidak baik. Kau akan menyendiri di daerahmu, tidak ada yang bisa diajak belajar denganmu. Kau akan mengalami permusuhan sementara kau seorang ini. Hidupmu tidak akan baik"

Kemudian Qadli Abu Ya'la ini mengantarkan pemuda tersebut kepada Syekh Abu Ishaq yang bermadzab Syafi'i

>> Al-Hafidz Adz-Dzahabi, Tarikh Al-Islam 32/157

Duhai para pendakwah Salafi wa man intasaba ilaihim, Aceh adalah Serambi Mekkah, ratusan tahun saudara kami di sana telah menjalankan syari'ah Islam dengan pemahaman 4 Madzhab, sama seperti kami di Nahdlatul Ulama.

Baca: Dinilai Anti Aswaja, Firanda Ditolak Masyarakat Aceh

Jika dakwah Anda disana ditolak dan dihalangi bukan karena anda sama seperti Nabi yang hendak mendakwahkan Islam kepada Kaum Musyrikin. Jika begitu pergilah ke negara yang belum didatangi pendakwah Islam.

Madzhab kita memang beda, tetapi cara dakwah Anda yang sering mengklaim syirik, bid'ah dan seterusnya beresiko mendapat penolakan. Lalu mengklaim ini sebagai ujian dakwah? [dutaislam.com/gg]

SourceMa'ruf Khozin

close
Banner iklan disini