Nyetatus 'People Power' dan 'Bunuh Polisi', Dosen Bandung Diringkus Bilang Maaf
Cari Berita

Advertisement

Nyetatus 'People Power' dan 'Bunuh Polisi', Dosen Bandung Diringkus Bilang Maaf

Duta Islam #03
Sabtu, 11 Mei 2019

Dosen di Bandung yang sebar provokasi di Media Sosial diamankan polisi dari Mapolda Jabar, Jumat (10/05/2019). Foto: detik.com.
DutaIslam.Com - Solatun Dulah Sayuti, seorang dosen di Bandung diringkus polisi dari Polda Jawa Barat, Jumat (10/05/2019). Solatun ditangkap karena menebar konten provokatif di media sosial.

Melalui akun Facebooknya, Solatun mengunggah kalimat yang dinilai mengandung ujaran kebencian pada 09 Mei 2019. Berikut ini postingan Solatun.

"HARGA NYAWA RAKYAT Jika People Power tidak dapat dielak: 1 orang rakyat ditembak oleh polisi harus dibayar dengan 10 orang polisi dibunuh mati menggunakan pisau dapur, golok, linggis, kapak, kunci roda mobil, siraman tiner cat berapi dan keluarga mereka."

Polisi menerima laporan terkait postingan Solatun. Polisi melakukan penyelidikan. Solatun ketahuan lantas diamankan, Kamis (09/05/2019). Polisi merasa prihatin dan menyayangkan postingan Solatun.

"Ini (unggahan) sangat provokatif dan bahaya apalagi dibaca orang awam yang tidak mengerti persoalan dan pemahaman, " kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Samudi, Jumat (10/05/2019) dikutip dari Detik.com.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, Solatun mengaku iseng telah mengunggah kalimat provokatif tersebut. Solatun mendapat kalimat itu dari grup WhatsApp 'Perjuangan Persatuan Indonesia' yang dia ikuti.

Menuru Samudi, Solatun merupakan dosen di salah satu universitas di Kota Bandung. Dia prihatin atas unggahannya yang berunsur ujaran kebencian.

"Yang bersangkutan ini orang intelektual sebenarnya, seharusnya bisa menyaring. Kalaupun berita tidak benar, jangan dishare. Justru orang intelek harus bisa mencerdaskan masyarakat," katanya.

Solatun mengaku bersalah lantaran tak mencari tahu kebenaran informasinya namun justru mengunggah di Facebook. Solatun menyadari postingannya  telah membuat gaduh.

"Saya mempunyai kesalahan tidak cek dan ricek. Maafkan saya kalau ini menjadi kegaduhan kepada rakyat Indonesia semuanya, Demi Allah saya tidak ingin mencubit," katanya dikutip dari Detik.com. [dutaislam.com/pin]

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah