Dahnil Azhar Bagikan Video Hoaks 'Saksi Prabowo Dikeroyok Tak Terima Hasil Suara'
Cari Berita

Advertisement

Dahnil Azhar Bagikan Video Hoaks 'Saksi Prabowo Dikeroyok Tak Terima Hasil Suara'

Duta Islam #03
Sabtu, 04 Mei 2019

Dahnil Azhar Simanjuntak. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Sebuah video kekisruhan rekapitulasi surat suara Pemilu 2019 di Sampang bereda di media sosial. Salah satunya video yang diberi judul "Demi Pertahankan Suara 02 yang Dirampok Saksi 02 Malah Dihajar". Anggota Tim Badan Pemenangan Prabowo (BPN) Dahnil Azhar Simanjutntak ikut meretweet video tersebut, Jumat (04/05/2019).

Dahnil membagikan video tersebut dari akun @Kenyoriee dengan caption hoaks dan provokatif.


"Astaghfirullah..apakah seperti ini wujud demokrasi di negri ini..disampang nie gaes..saksi 02 yang meminta kejelasan suara 02 yang malah malah malah dikroyok #DoaKamiUntukPrabowoSandiTerjemahkan," demikian caption dalam video tersebut.
Video berdurasi 0:59 detik tersebut berisi tentang keributan saat rekapitulasi suara Pemilu di KPU Sampang, Madura, Jawa Timur, yang berlangsung Kamis (02/05/2019). Terlihat satu orang dalam video dipegang oleh beberapa orang. Suasana terlihat riuh.

Penelusuran dutaislam.com, kegaduhan yang terjadi KPU Sampang dipicu oleh salah satu saksi Prabow-Subiyanto yang memprotes karena menurutnya ada kecurangan. “Mereka memprotes karena menurutnya ada unsur kecurangan,” kata Komisioner KPU Sampang Faidi, Jumat (03/05/2019) dikutip dari Penawarta.com.

Kronologinya, data perolehan suara Prabowo yang dibacakan PPK Kedungdung tidak sama dengan data saksi. Saksi Prabowo memprotes KPU meminta agar mencocokkan kembali C1 plano di Kecamatan Kedungdung.  “Ini permainan apa, lebih baik kita membuka C1 demi asas keadilan bisa terungkap,” ujar Fauzan Adima saksi Partai Gerindra. Fauzan menolak jika rekapitulasi PPK Kedungdung disahkan oleh KPU Sampang karena dianggap cacat secara hukum.

Dalam waktu yang bersamaan seorang saksi lain maju menendang kursi. Situasi memanas. Polisi mengamankan para saksi yang dianggap sebagai provokator dan penyebab terjadinya kericuhan di forum rapat pleno terbuka itu.

Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman menjelaskan, pihaknya sengaja mengamankan kedua orang tersebut demi menjaga stabilitas situasi agar tetap kondusif. Dua orang itu dinilai akan memicu keributan jika tidak diamankan polisi.

“Apabila yang bersangkutan tetap berada di dalam gedung saat proses rekapitulasi, maka bisa memicu terjadinya keributan, makanya diamankan dan kita bawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan,” kata kapolres.

Dengan ini tidak benar alias hoaks video bahwa saksi Prabowo dikeroyok karena mempertahankan suara Prabowo yang disebarkan Dahnil Azhar. [dutaislam.com/pin]



close
Banner iklan disini