3 Hal yang Dibenci Rasulullah Saw dari Sifat Orangtua Kepada Anak
Cari Berita

Advertisement

Loading...

3 Hal yang Dibenci Rasulullah Saw dari Sifat Orangtua Kepada Anak

Duta Islam #01
Sabtu, 11 Mei 2019
Loading...

yang dibenci rasulullah dari sifat orang tua
Sifat orangtua yang tidak disukai oleh Rasulullah.
Dutaislam.com - Meski orangtua adalah yang menjamin anak masuk ke surga kelak, tapi Rasulullah Saw. sudah memperingatkan kepada kita umat Islam agar tidak menjadi orangtua yang dibenci karakternya oleh beliau. 

Berikut ini adalah yang dibenci Rasulullah Saw. dari sifat orangtua yang tidak memiliki kepedulian kepada anak dan tidak memiliki sifat terpuji kepada anak. Padahal anak adalah amanah yang diberikan Allah Swt. kepada kita.  

1. Pilih kasih
Memberi lebih kepada anak kesayangan dan mengabaikan anak yang lain adalah bentuk kejahatan orangtua kepada anaknya. Sikap ini merupakan salah satu faktor pemicu putusnya hubungan silaturrahmi anak terhadap orang tuanya dan pangkal dari permusuhan antar saudara.

Nu’man bin Basyir bercerita, “ Ayahku menginfakkan sebagian hartanya untukku. Ibuku –’Amrah binti Rawahah— kemudian berkata, ‘Saya tidak suka engkau melakukan hal itu sehingga menemui Rasulullah.’ Ayahku lalu berangkat menemui Rasulullah SAW. sebagai saksi atas sedekah yang telah diberikan kepadaku. Rasulullah Saw. berkata kepadanya, 


‘Apakah engkau melakukan hal ini kepada seluruh anak-anakmu?’ Ia berkata, ‘Tidak.’ Rasulullah Saw. berkata, ‘Bertaqwalah kepada Allah Swt. serta berlaku adillah kepada anak-anakmu.’ Ayahku lalu kembali dan menarik kembali sedekah itu.” (HR. Muslim dalam Kitab Al-Hibaat, hadits nomor 3055).

2. Memaki anak
Jangan pernah melontarkan ucapan buruk apalagi menghardik dan menghina buah hati sendiri. Misalnya, seorang ayah sebab emosi, dia berkata 'bodoh' serta kata kasar lainnya pada anak. Termasuk dalam kategori ini adalah memberi nama kepada si anak dengan nama yang buruk.

Seorang lelaki pernah suatu kali mendatangi Umar bin Khattab seraya mengadukan kedurhakaan anaknya. Umar kemudian memanggil putra orang tua itu dan menghardiknya atas kedurhakaannya.

Tidak lama kemudian anak itu berkata, “Wahai Amiral Mukminin, bukankah sang anak memiliki hak atas orang tuanya?”

“Betul,” jawab Umar. 

“Apakah hak sang anak?” 

“Memilih calon ibu yang baik untuknya, memberi nama yang baik baginya, dan mengajarkannya Al-Qur’an,” jawab Umar. 

"Wahai Amiral Mukminin, sesungguhnya ayahku tidak melakukan satupun dari yang engkau sebutkan. Adapun ibuku, dia merupakan wanita berkulit hitam bekas hamba sahaya orang majusi; ia menamaiku dengan Ju’lan (kumbang), dan tidak mengajarikanku satu huruf pun dari Al-Qur’an," kata anak itu.


Umar segera memandang orang tua itu dan berkata kepadanya, “Engkau datang untuk mengadukan kedurhakaan anakmu, sementara engkau sudah durhaka kepadanya sebelum dia mendurhakaimu. Engkau sudah berbuat buruk kepadanya sebelum ia berbuat jelek kepadamu.”

Rasulullah Saw. sangat menekankan agar kita memberi nama baik kepada anak-anak kita. Abu Darda’ meriwayatkan jika Rasulullah Saw. bersabda,

Yang Dibenci Rasulullah


"Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaikilah nama kalian semua". (HR. Abu Dawud dalam Kitab Adab, hadits nomor 4297).

Jadi, adalah sebuah bentuk kejahatan bila kita memberi dan memanggil anak kita dengan sebutan yang jelek dan bermakna menghinakan diri.

3. Tidak memberi pendidikan kepada anak
Ada syair Arab yang berbunyi, 

"Anak yatim itu bukanlah anak yang sudah ditinggal orang tuanya dan meninggalkan anak-anaknya dalam kondisi hina. Sesungguhnya anak yatim itu adalah yang tidak dapat dekat dengan ibunya yang selalu menghindar darinya, atau ayah yang selalu sibuk dan tidak ada waktu bagi anaknya".

Ajaran penting dari syair tersebut adalah perhatian dari orangtua. Bentuk perhatian yang tertinggi orangtua kepada anaknya adalah memberikan pendidikan yang baik. Tidak memberikan pendidikan yang baik dan maksimal boleh dibilang sebagai sikap orangtua yang sangat buruk. [dutaislam.com/ab]

Keterangan:
Artikel ini tayang perdana di situs wajibbaca.com.

close
Banner iklan disini