Tiga Ulah Habib Rizieq yang Ditengarai Fitnah dan Mengotori Kota Suci Mekah

Tiga Ulah Habib Rizieq yang Ditengarai Fitnah dan Mengotori Kota Suci Mekah

Selasa, 02 April 2019 | x dibaca
Habib Rizieq Shihab. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak menemukan bukti kecurangan soal tudingan Habib Rizieq yang menyebut Ketua TPS di Arab Saudi telah disogok untuk memenangkan Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Habib Riziq diminta tidak mengotori Arab Saudi sebagai tempat Kota Suci Mekah.

Komesioner Bawaslu Fritz Edward Siregar menyatakan, tudingan Imam Besar FPI Habib Rizieq tidak benar. Kepastian itu didapatkan setelah Bawaslu mengkonfirmasi berbagai pihak. "Kan sudah ada klarifikasi dari Kemenlu. Kita ada panwaslu luar negeri di sana dan tidak ada laporan atau temuan," ucap Fritz Edward Siregar, Selasa (2/4/2019) dilasir dari detik.com.

Sementara Duta Besar RI di Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel meminta Habib Rizieq tidak mengotori kesucian Kota Mekah dan Madinah dengan menebar kata-kata penuh fitnah. “Tuduhan tersebut sangat tidak berdasar dan mengarah pada penyebaran fitnah yang sistimatis terhadap perwakilan RI yang berada di Arab Saudi,” tambahnya.

Tiga Ulah Habib Rizieq yang Ditengarai Fitnah

Sebelumnya, melalui rekaman video yang ditayangkan Front TV, Habib Rizieq melempar sejumlah tudingan terkait Pilpres 2019.

Pertama, Habib Rizieq menuding Mentri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melakukan kampanye dengan cara mengarahkan KBRI dan KJRI Jeddah untuk memenangkan Jokowi.

Dibantah  Dubes RI untuk Arab Saudi bahwa kunjungan Retno terkait peresmian pelayanan satu atap di Jeddah. Bantahan juga disampaikan pihak KJRI Jeddah dengan pernyataan tertulis.

"Tidak benar bahwa Menlu RI mengajak pejabat dan staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk memenangkan salah satu calon pada Pemilu 2019," demikian pernyataan KJRI Jeddah lewat pernyataan tertulis

Kedua, Habib Rizieq menuding Duta Besar RI di Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel akan mencabut paspor Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi yang tidak mendukung Jokowi.

Dibantah Duta Besar RI untuk Arab Saudi bahwa tugas KBRI memberikan perlindungan dan pelayanan kepada semua WNI yang sudah atau sedang berada di Saudi. Salah satunya menerbitkan, memperpanjang paspor dan juga menerbitkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor). Sebaliknya, bukan mencabut paspor WNI.

Ketiga, menuding elit parpol telah menyogok Ketua TPS di Arab agar memenangkan Jokowi di Pilpres 2019 nanti.

Dibantah Komesioner Bawaslu Fritz Edward Siregar. Tidak ditemukan bukti kecurangan sebagaimana dikatakan Habib Rizieq Shihab. [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Data diolah dari Detik.Com dan Jawapos.com.


TerPopuler