Sebut Hanya PKS dan PAN Larang Miras, UAS Diprotes Tak Suka Tabayyun

Sebut Hanya PKS dan PAN Larang Miras, UAS Diprotes Tak Suka Tabayyun

Kamis, 04 April 2019 | x dibaca
UAS Sebut hanya PKS dan PAN yang melarang miras di Parlemen.
DutaIslam.Com - Ustadz Abdul Shomad (UAS) kembali ramai diperbincangkan. Kali ini terkait dukungan calon legislatif 2019. Ustadz yang agenda ceramahnya pernah ditolak dimana-mana ini menyarankan agar memilih caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

UAS menyarankan memilih PKS dan PAN berdasarkan anggapan bahwa hanya dua partai itu yang menolak miras. "Ini banyak masyarakat yang bingung, masyarakat banyak pilihan, ustadz, partai mana yang layak dipilih?" tanya seseorang disamping UAS sebagaimana terekam dalam sebuah video pendek.

"Cuma dua yang mempertahankan (tidak mau digosok) khasus khamr dan miras. Siapa yang bertahan? Hanya PKS dan PAN," katanya dalam rekaman berdurasi 38.00 detik tersebut.

Dari sana UAS menyimpulkan bahwa hanya PKS dan PAN yang calonnya layak dipilih pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

"Kita real aja langsung-langsung aja. Mana yang amar ma'ruf nahi mungkar di parlemen, itu yang kita pilih. Nggak usah banyak mikir," lanjut UAS.

Nada jawaban UAS ini serupa ketika dirinya saat ditanya siapa yang layak diikuti di NU beberapa tahun silam. UAS merekomendasikan Luthfi Bashori, Idrus Ramli, dan Buya Yahya. Yang lain dinafiskan karena dianggap liberal.

Begitu juga dengan partai yang disebutnya menolak miras. UAS menyebut, hanya PAN dan PKS. Sementara yang lain dinafikan oleh UAS.

UAS Telan Informasi Mentah-Mentah?
Dilansir dari TribunNews.Com, video pernyataan UAS mendapatkan protes dari PKB. Anggota Forum Silaturahmi Tenaga Ahli Fraksi PKB DPR Badrul Munir menilai, pernyataan UAS keliru. Pasalnya, dalam pembahasan draf RUU Larangan Minuman Beralkohol (Minol), tidak ada satu pasal pun yang melegalisasi peredaran minuman beralkohol.

“Sikap Forum Silaturahmi Tenaga Ahli Fraksi PKB sudah sangat tegas. Kami mengikuti apa yang menjadi garis besar Nahdlatul Ulama yaitu mendukung dengan tegas larangan minuman beralkohol,” ucapnya.

Forum Tenaga Ahli Fraksi PKB DPR menyayangkan sikap UAS yang menelan mentah-mentah informasi tanpa melakukan tabayyun atau klarifikasi lebih dulu. [dutaislam.com/pin]


TerPopuler