Aktivitas dan Peta Gerakan Royatul Islam yang Harus Diwaspadai
Cari Berita

Advertisement

Aktivitas dan Peta Gerakan Royatul Islam yang Harus Diwaspadai

Duta Islam #03
Kamis, 11 April 2019

Komunitas Royatul Islam. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Polres Jombang Jawa Timur mengeluarkan surat resmi mengenai Komunitas Royatul Islam (Karim). Surat tersebut berupa informasi kepada publik bahwa Karim merupakan komunitas berbahaya dan diduga kuat sebagai gerakan baru HTI untuk mewujudkan cita-cita menegakkan khilafah.

Dilansir dari NU Online yang menerima rilis surat tersebut, informasi dari Polres Jombang memuat beberapa poin. Di antaranya terkait bahaya Royatul Islam. Aktivitas Royatul Islam juga diketahui beredar luas di Media Sosial (Medsos).

Aktifitas Royatul Islam
Polres juga menjelaskan secara rinci ativitas Royatul Islam, khususnya yang terjadi di Jombang. Misalnya, pada tanggal 23 Februari 2019 Komunitas Royatul Islam mengadakan kegiatan kajian bulanan di Masjid Ar-Rayan Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek, Jombang.

Konsentrasi gerakan Karim menyasar para pelajar di sekolah-sekolah. "Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah bubar dan saat ini muncul Komunitas Royatul Islam (Karim) yang telah menyasar anak-anak muda Indonesia dengan sasaran komunitas pemuda dan pelajar sekolah menengah umum," tulis Polres.

Menurut Polres Jombang, meski HTI telah dibubarkan pemerintah pada 14 Februari 2019 lalu, gerakan ideologisnya diketahui akan terus bergerak. Karim disinyalir adalah gerakan yang tak jauh berbeda, baik secara gerakan maupun ideologi HTI. Karim memiliki gerakan sama dengan HTI, dengan tujuan tetap tegaknya khilafah.

Sasar Anak SMA, Buka Cabang di Kota-Kota Besar
Karim membawa legitimasi bendera tauhid sebagai simbol tegaknya khilafah Islamiyah ala HTI. Jika sebelumnya Gema Pembebasan bergerak di ranah kampus, maka Karim akan bergerak di ranah SMU dan komunitas anak muda Islam yang haus akan keislaman dan tertarik dengan iming-iming heroisme Islam.

Karim membuka cabang di kota-kota besar dengan target anak muda, pelajar SMU serta komunitasnya. Karim bukan hanya liqo' dan kajian, tetapi sudah tadabur alam, aksi-aksi sosial dan mereka akan mengejar kesukaan anak-anak muda dengan bermain simbol anak hody, topi tauhid dan romantisme 1924 ketika khilafah hancur.

Memperjuangkan Tegaknya Khilafah
Surat yang ditandatangani langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto tersebut juga memaparkan, tujuan Karim membangun ideologi khilafah Islamiyah. Pasalana, menurut mereka, seorang musli belum bisa menjadi muslim yang kaffah jika masih di bawah sistem demokrasi yang disebutnya buatan toghut.

Poin penting pada surat tersebut bertujuan mengantisipasi gerakan Karim dan mencegah generasi muda terpapar pengaruh paham radikal. Surat ditujukan kepada Bupati Jombang, Cabang Disdik Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Jombang, Kakankemenag Jombang dan Kadisdik Kabupaten Jombang. Sementara tembusannya ditujukan kepada Kapolda Jatim Irwasda Polda Jatim dan Dirintelkam Polda Jatim. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini