5 Tips Puasa Ramadhan Ala Rasulullah SAW
Cari Berita

Advertisement

Loading...

5 Tips Puasa Ramadhan Ala Rasulullah SAW

Duta Islam #04
Rabu, 10 April 2019
Loading...

Penjelasan tips puasa ramadhan ala rasulullah (sumber: istimewa)
Bulan Ramdhan merupakan bulan yang spesial bagi umat Islam. Pintu rahmat dan ampunan terbuka selebar-lebarnya selama bulan Ramadhan. Di bulan ini, umat Islam berlomba-lomba menggapai bonus yang disediakan Allah SWT khusus di bulan Ramadhan.

DutaIslam.Com - Umat Islam dalam menjalani ibadah puasa Ramdhan berkeinginan puasanya mendapatkan ridha Allah SWT. Segala hal yang dilakukan Rasulullah SAW ketika di bulan Ramadhan, umat Islam mencoba mencontohnya agar mendapatkan keberkahan bulan Ramadhan.

Amalan-amalan nabi Muhammad SAW selama bulan Ramadhan dapat menambah keberkahan puasa Ramadhannya. Berikut tips puasa Ramadhan ala SAW agar meraih fadhilah puasa Ramadhan yang begitu besar.

1. Menyegerakan berbuka

Dalam kitab at-tahdzib fi adillah matni al-ghoyah wa taqrib dijelaskan, ada tiga hal yang disunahkan ketika melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Salah satunya adalah menyegerakan berbuka puasa.

Dikutip dari at-Tahdzib fi Adillah Matni al-Ghoyah wa Taqrib, Sahal bin Sa'ad meriwayatkan hadist nabi yang menjelaskan kebaikan meyegerakan berbuka puasa.

(عن سهل بن سعد رضي الله عنه: أن رسولَ الله صلى الله عليه وسلم قال: (لا يزَالُ الناسُ بِخَيرٍ ما عجَّلُوا الفطْرَ

“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Imam Ibnu Hibban berpendapat kalau Rasulullah SAW pun senantiasa mendahulukan berbuka puasa. Pada waktu itu Rasullah menyegerakan berbuka dengan makan kurma atau sekedar minum. Kemudian setelah itu, beliau menunaikan ibadah shalat maghrib. (at-Tahdzib fi Adillah Matni al-Ghoyah wa Taqrib, 104)

2. Mengakhirkan Sahur

Tiga hal lain yang disunahkan ketika menjalani ibadah puasa Ramadhan adalah mengakhirkan sahur. Mengakhirkan sahur merupakan salah satu amaliyah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Sebab, di dalam mengakhirkan sahur terdapat keberkahan dan kabaikan.

Di samping itu, mengakhirkan sahur merupakan tradisi para rasul. Pun demikian dengan Nabi Muhammad SAW, belaiu ketika sahur mendekati shalat subuh. Dalam riwayatnya Zaid bin Tsabit dijelaskan jedah waktu sahur dan shalat shubuh selama bacaan lima puluh ayat (al-Bukhori, no 556).

وروى ابن حبان: (إن تَأخِيرَ السحور ِمن سُنَنِ المرْسَلِينَ

"Sesungguhnya mengakhirkan sahur adalah sunnahnya para rasul".

3. Menjaga ucapan

Berpuasa bukan hanya aktivitas memindah makan dan minum. Yang tadinya siang hari boleh makan, dipindah menjadi malam hari. Berpuasa pada hakikatnya adalah mampu menahan ajakan berbuat keburukan, termasuk menjaga lisan agar tidak berkata kotor dan kasar.

Perkataan kotor meliputu perbuatan ghibah, mencaci, berbohong dan lain-lain. Orang yang selama berpuasa tapi tidak dapat menjaga ucapannya, niscaya puasanya tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan dahaga.

 عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ لَمْ يَدع قولَ الزورِ والعَمَلَ بِهِ، فَلَيسَ للهِ حَاجَة في أن يدع طَعامَهُ وشَرَابَهُ

“Orang yang tidak meninggalkan berkata dusta dan berbuat dusta, maka Allah tidak peduli dengan haus dan lapar yang dia tahan,” (HR. Bukhari)

4. Membaca Al-Quran

Bulan Ramadhan sebagaimana yang dikatakan para ulama merupakan bulan penuh keutamaan dan keberkahan. Di bulan ini, al-Quran diturunkan. Malam turunya al-Quran disebut malam lailatul qadar, malam yang lebih utama dari seribu bulan.

Dalil tentang dorongan dan motivasi membaca al-Quran banyak sekai, baik al-Quran, hadist atau pendapat ulama. Keberadaan bulan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya al-Quran merupakan salah satu dalil keutamaan membaca al-Quran di bulan Ramadhan. Tidak heran kenapa Rasulullah lebih sering membaca Al-Quran pada bulan ini dibandingkan pada bulan-bulan lainnya.

5. Menyediakan makanan untuk berbuka puasa

Menyediakan makanan unntuk orang yang sedang menjalankan ibada puasa mempunyai nilai kebaikan yang besar. Nilai kebagaikan orang bersedekah dengan menyediakan makanan untuk berbuka puasa sama seperti pahalanya orang yang berpuasa tersebut.

Di bulan Ramadhan, orang-orang berlomba menyediakan makanan atau minuman sebagai ta'jil berbuka puasa. Semangat berbagi di bulan Ramadhan merupakan pemandangan yang biasa dijumpai di berbagai daerah. Dengan memberi makan tetangga, santunan kepada anak-anak yatim, dan orang-orang tidak mampu, di samping berbagi kebahagian, itu merupakan tabungan amal akhirat. [dutaislam.com/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan 5 Tips Puasa Ramadhan Ala Rasulullah SAW. Adapun Hikmah Puasa Ramadhan, silahkan baca di artikel berikutnya.

Loading...