5 Cara Rasulullah Membaca Al-Quran
Cari Berita

Advertisement

Loading...

5 Cara Rasulullah Membaca Al-Quran

Duta Islam #04
Minggu, 28 April 2019
Loading...

Penjelasan cara Rasulullah membaca al-Quran (sumber: istimewa)
Allah SWT menurukan al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun lamanya. Al-Quran diwahyukan kepada belaiu terbagi dua periode. Ada periode Makkah dan periode Makkah.

DutaIslam.Com - Selama 13 tahun, Nabi Muhammad SAW berdakwah untuk menyampaikan pesan-pesan yang ada di dalam al-Quran. Sedangkan pada periode Madinah, belaiu menyampaikan wahyu dari Allah SWT selama 10 tahun.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umat manusia serta mempraktekkan apa yang terkandung di dalam al-Quran. Sehingga, di dalam kitab al-Barzanzi disebutkan, perilaku Nabi Muhammad adalah al-Quran itu sendiri.

Rasulullah ketika menyampaikan wahyu kepada para sahabat-sahabatnya dengan talaqi. Beliau membacakan ayat al-Quran kemudian para sahabat menirukannya. Lalu, belaiu menjelaskan maksud dan kandungan ayat tersebut.

Para sahabat akan bertanya kepada nabi ketika ada hal yang tidak dipahaminya. Rasulullah SAW merupakan orang yang paling paham tentang makna yang terkandung di dalam al-Quran. Pun demikan, beliau juga yang paling tahu cara membaca al-Quran.

Ketika menyampaikan ayat al-Quran kepada para sahabat, beliau langsung mempraktekan cara membaca al-Quran yang baik. Berikut penjelasan dalam kitab Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah karya Imam at-Tirmidzi, tentang cara Rasulullah membaca al-Quran.

1. Membaca ayat al-Quran sesuai dengan haknya. Artinya, panjang atu pendeknya sesuai kaidah dalam ilmu tajwid.

Lantas bagaimana membaca panjang atau pendek sesuai ilmu tajwi? padahal saat itu belum ada disiplin ilmu tajwid. Memang, ilmu tajwid belum ada pada waktu itu. Akan tetapi, ilmu tajwid yang berkembang belakangan ini merupakan ilmu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan generasi para sahabat.

Jadi, kaidah ilmu tajwid yang ada sekarang selaras dengan apa cara Rasulullah membaca al-Quran. Yakni, membaca pendek dan panjang sesuai haknya. 

2. Berhenti sejenak pada tempat-tempanya. Nabi Muhammad SAW tidak memaksa untuk menerobos bacaan satu ayat dengan ayat lain. Beliau berhenti membaca ayat ketika sampai penghujung ayat.

3. Membaca al-Quran dengan jelas sesuai dengan makhrajnya. Rasulullah ketika membaca a-Quran dengan suara yang sangat jelas. Beliau menempatkan makhraj huruf pada tempatnya masing-masing. Sehingga, satu huruf dengan huruf lainnya dapat dibedakan dengan jelas.

4. Membaca Al-Qur’an dengan suara indah dan merdu. Imam al-Barra' bin Azib menjelaskan bahwa Rasulullah SAW ketiki membaca al-Quran suaranya sangat merdu. Beliau mendengarkan langsung bacaan Rasulullah saat shalat berjamaan isya.

Al-Barra merasa takjub dengan suara Rasulullah yang sangat indah tersebut. Bahkan, al-Barra menilai tidak ada satu orang pun yang suaranya lebih indah daripada baginda Nabi Muhammad SAW.

5. Membaca al-Quran dengan jahr dan sir. Nabi Muhammad SAW ketika membaca al-Quran terkadang dengan keras (jahr). Pada saat fathu Makkah, beliau membaca al-Quran dengan suara yang lantang, hingga sahabat-sahabat yang di sekitar beliau mendengar apa yang dibacaakan Rasulullah.

Di lain waktu, beliau juga kadang membaca al-Quran dengan suara lirih. Sayyidah Aisyah pernah ditanya oleh Abu Qias perihal bagainama Rasulullah membaca al-Quran. Kemudian Sayyidah Aisyah menjawab, terkadang Rasulullah membaca al-Quran dengan suara nyaring dan terkadang dengan suara lirih. [dutaislam.com/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan 5 Cara Rasulullah Membaca Al-Quran. Adapun Tadarus al-Quran di Bulan Ramadhan, silahkan baca di artikel berikutnya.


close
Banner iklan disini