Ditanya Alasan Nyaleg, Gus Nabil: Saya Santri dan Harus Taat kepada Kiai!
Cari Berita

Advertisement

Ditanya Alasan Nyaleg, Gus Nabil: Saya Santri dan Harus Taat kepada Kiai!

Duta Islam #03
Jumat, 22 Maret 2019

M. Nabil Haroen/Gus Nabil. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Parlemen menjadi salah satu arena penting untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak heran jika musuh-musuh bangsa juga berebut untuk menguasai parlemen.

Oleh sebab ini, M. Nabil Haroen, salah satu santri Lirboyo merasa perlu untuk ikut berjuang melalui Parlemen. Pada musim Pemilu 2019 ini, Gus Nabil, demikian sapaan akrabnya, mencalonkan diri menjadi calon legislatif (caleg) santri di Dapil V (Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta) di urutan nomor tujuh (7).

Gus Nabil percaya, parlemen menjadi arena penting untuk menjaga dan mengawal NKRI yang memiliki tujuan bersama yaitu ketuhanan dan kemanusiaan, perwakian dan keadilan.

"Karena saya percaya bahwa parlemen arena penting untuk menjaga NKRI agar tetap Bhinneka. Karena saya percaya bahwa tujuan bersama bangsa ini yakni ketuhanan dan kemanusiaan, perwakilan dan keadilan sosial wajib dijaga dan dikawal melalui parlemen," ujar Gus Nabil.

"Karena musuh-musuh bangsa juga menyusup melalui parlemen, maka saya harus menjadi banteng yang ikut berjuang dan berlaga di sana," sambugnya.

Meski demikian, Gus Nabil mengatakan, keputusan bukahlah inisiatif pribadi. Melainkan atas perintah gurunya. Sebagai santri, pantang menolak apa yang diperintahkan kiai.

"Saya ini santri dan harus taat kepada kiai. Bismillah, kalau kiai sudah perintah, bismillah. baru terbasmilah, semua kalah," kata pria yang juga menjabat Ketum Pimpinan Pusat Paga Nusa ini.

Calon legislatif dari PDI Perjuangan ini tergolong unik. Sebagai caleg dari PDI Perjuangan tentu saja Gus Nabil mendukung Paslon Presiden Nomor 01 karena karena , Jokowi-Amin juga diusung PDI perjuangan.  Uniknya, Pemilu bertepatan dengan tanggal 17 April 2019.

Menurut Gus Nabil, angka 17 terdiri dari angka "satu" dan angka "tujuh" yang berarti, memilih nomor 01 untuk Pilpres dan memilih nomor 07 untuk Pileg.

Tak hanya itu,

"Angka 17 itu kalau dibaca, satuju, apakah anda setuju?" ucap Gus Nabil. [dutaislam.com/pin]

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah