Peta Pertarungan Ideologi Agama di Jepara
Cari Berita

Advertisement

Peta Pertarungan Ideologi Agama di Jepara

Duta Islam #01
Sabtu, 23 Februari 2019

resensi buku aswaja an-nahdliyyah

DutaIslam.com - Buku berjudul "Meneguhkan Jepara Bumi Aswaja" adalah catatan kritis penulisnya, M Abdullah Badri, yang selama dua tahun terakhir (2016-2019) memantau perkembangan peta pertarungan ideologi agama (wahabi vs aswaja) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Ditulis hingga 182 halaman full, Buku “Meneguhkan Jepara Bumi Aswaja” menjadi karya dokumentatif penulis yang juga alumni Madrasah TBS Kudus tersebut.

Judul esai yang dimuat ada 28 buah, terdiri atas tiga bab. Pertama, tentang penolakan atribut Hizbut Tahrir yang masuk ke Jepara pada September 2018 lalu. Kedua, penolakan adanya yayasan kelompok radikal di Desa Ngabul, Tahunan, Jepara, dan, Ketiga, penjelasan kronologis fitnah kelompok wahabi yang pernah merangsek masuk ke Karimunjawa, Jepara.

Judul Buku: Meneguhkan Jepara Bumi Aswaja
Penulis: M. Abdullah Badri
Penerbit: Diroz Pustaka
Tebal: xvi+ 170 Halaman
Cetakan I : Januari 2019
Ukuran: 15×21
ISBN: 978-602-53939-1-4
Harga: Rp. 45.000,- (belum ongkos kirim)
Link pesan: http://bit.ly/aswajajepara

Dalam buku “Meneguhkan Jepara Bumi Aswaja” tersebut, penulis ingin menunjukkan bahwa Jepara adalah bumi yang harus dijaga dari kelompok-kelompok yang dekat dengan ujaran fitnah dan propaganda, dengan caranya, melakukan counter propaganda.

Hanya Melawan

Tidak perlu panik menghadapi kelompok, yang disebut penulis sebagai kaum cingkrang jidat gosong. Mereka ini kaum lemah, yang bila dijelaskan sedikit saja tentang keislaman, mereka tak bakal bisa menjawab secara utuh. Bahkan mereka hanya akan balik menuduh dengan ujaran kebencian tanpa dasar, -hanya ingin melawan saja, bukan mencari kebenaran.

Saat penulis memprofile Ustadz Abdul Somad di akun Facebooknya, tentang UAS yang dikelilingi pendukung khilafiah HTI serta keterlibatannya dengan kelompok anti aswaja, pembaca tulisannya justru banyak merespon dengan komentar miring daripada bantahan ilmiah, inklusif dan terbuka.

Dibandingkan dengan jumlah share status penolakan penulis atas atribut “merk ilahi” waktu viral, jumlah komentarnya melebihi target (hlm. 6). Artinya, reaksi kelompok radikal anti aswaja an-nahdliyyah ternyata lebih banyak yang ngamuk daripada yang menerima atau membantah gagasan penulis secara ilmiah saat polemik terjadi di dunia maya.

Buku ini, sekali lagi, adalah dokumen peta pertarungan ideologi radikal dan aswaja di Jepara. Setidaknya, melalui buku ini, M. Abdullah Badri ingin menunjukkan bahwa Jepara, harus terus diawasi dan dijaga bila NKRI ingin terus bersatu.

Untuk pemesanan buku “Meneguhkan Jepara Bumi Aswaja”, silakan klik link WA di bawah ini. [dutaislam.com/ed] 

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah