Selasa, 20 November 2018

Setelah Malaikat Tauhid Mencari Pembakar Bendera HTI


DutaIslam.Com - Dalam sebuah perbincangan di dapur redaksi, ada sosok kiai yang tiba-tiba datang silaturrahim. Kesempatan itu dijadikan momentum untuk ngobrol antara kiai dan redaksi.

"Kiai, kenapa Santri NU itu sukanya ngumpul-ngumpul tahlilan, ngumpul-ngumpul istighotsahan, ngumpul-ngumpul dziba'an, ngumpul-ngumpul sakralan, kenapa kiai?"

Kiai muda di depan kami yang bergaya nyentrik ini tidak langsung menjawab. Dihisapnya rokok kretek dengan hisapan sepenuh hati, disusul kemudian mencecap secangkir wedang kopi yang sudah disiapkan redaksi.

"Begini," ucapnya kemudian dengan suara kalem, "kenapa santri NU suka ngumpul dalam kegiatan-kegiatan seperti itu? Karena santri NU sudah menemukan dan membaca hadist ini:

"Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling mencari kelompok-kelompok dzikir. Jika mereka telah mendatanginya dan mengelilinginya, mereka mengutus pimpinan mereka ke langit, kepada Tuhan pemilik keagungan. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami telah mendatangi sebagian hamba-Mu yang mengagungkan nikmat-nikmat-Mu, membaca kitab-Mu, bershalawat kepada Nabi-Mu, Muhammad Saw, meminta kepada-Mu untuk urusan akhirat dan dunia mereka. Allah berfirman: Naungi mereka dengan rahmat-Ku. Malaikat berkata: Sesungguhnya dalam kelompok itu ada seseorang yang banyak berbuat salah dan ia hanya ikut-ikutan saja. Allah berfirman: Naungi mereka dengan rahmat-Ku. Mereka adalah ahli ibadah yang tak terpengaruh keburukan orang lain" 

"Apa mereka juga baca kalimah tauhid?" Tanya salah satu tim redaksi.

"Oo, ya jelas. Itu jelas dibaca sebab afdlaludz dzikri kan Laa ilaaha Illa Allah, sebagaimana diucap imam tahlil ketika ngimami tahlilan".

"Tapi Kiai, kenapa santri NU tidak suka ikut acara kirab kibar Bendera Tauhid?".

"Hmmm...menurutku itu bukan karena nggak suka".

"Lantas kenapa?" Tukas tim redaksi lainnya.

"Yaaahhh...gitu aja kok repot. Itu karena santri NU belum menemukan hadist yang mengatakan bahwa malaikat akan  berkeliling mencari majelis-maejlis pengibar bendera, apalagi pengibar bendera HTI!"

"Jiahhh...Pak Kiaiii, nyinyir. Eh...nyindiiirrrr".

Hahahahaha. Seisi ruangan dapur redaksi Dutaislam.com pun ger-geran dibuat gemes kiai muda satu itu. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini