Selasa, 21 Agustus 2018

Mantan HTI: HTI Tidak Akan Mati Kalau Muassisnya Masih Bebas Bergerak

Orang-orang pekok ketika mengkampanyekan Khilafah. (Foto: istimewa)
DutaIslam.Com - Mantan ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bangka Belitung, Ayik Heriansyah, menyoroti gerakan HTI sampai saat ini masih bebas bergerak meskipun secara organisasi sudah resmi dibubarkan oleh pemerintah.

Bedasarkan pengamatannya, di beberapa tempat seperti di Bogor, Serang, dan Bangka Belitung, khutbah di masjid-masjid tersebut masih diisi oleh khatib-khatib dari pentolan HTI.

"HTI tidak akan mati kalau para muassisnya masih bebas bergerak," terang Ayik kepada Dutaislam.com, Selasa (21/08/2018).

Menurutnya, di antara gerakan radikal, HTI dan FPI yang paling berbahaya bagi NU dibandingkan al Qaeda dan ISIS.

"Al Qaeda dan ISIS memandang NU sebagai musuh dan mereka tidak berminat merekrut Kiai NU lalu menguasai pesantrennya. Sedangkan HTI dan FPI memandang Kiai dan santri NU sebagai tantangan dan peluang untuk direkrut," jelas Ayik.

"Saya gak omong kosong, Rais Syuriah PWNU dan PCNU bisa terpapar Khilafah, kok," imbuhnya menegaskan.

Ia juga menceritakan, Ketua Tanfidziyah PWNU pernah memfasilitasi safari dakwah HRS. "Itu di Babel waktu saya yang jadi ketua HTI," kata Ayik. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini