Kapolres Majalengka Noviana Disebut Wahabi Karena Undang Ustadz Bermasalah
Cari Berita

Advertisement

Kapolres Majalengka Noviana Disebut Wahabi Karena Undang Ustadz Bermasalah

Duta Islam #01
Selasa, 21 Agustus 2018

Kapolres Majalengka dalam acara-acara pengajian di Mapolres sebelumnya. Foto: istimewa
DutaIslam.Com - Kapolres Majalengka AKBP Noviana Tursanurohmad disebut-sebut berpaham wahabi karena mengundang penceramah yang sudah ditolak oleh masyarakat, namun tetap dilakukan olehnya meskipun dengan cara mengganti pembicara.

Pada Sabtu, tanggal 28 Juli 2018 lalu, Ustadz Riza Syafiq Basalamah dikabarkan mengisi tabligh akbar di Masjid Ibrohim, Tanjakan Kawung Hilir, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat. Karena dianggap bermasalah, GP Ansor Majelengka menolaknya, dengan kesepatan bersama bahwa Kapolres akan mengganti pembicara.

Dalam pelaksanaan, keresahan GP Ansor Majalengka atas ustadz berjanggut lebat tersebut tidak diindahkan. Kapolres ganti mendatangkan penceramah bernama Ustadz Maman, dari Kadipaten Majalengka, dan tempat dilokalisir ke Masjid Polres setempat.

Menurut YN Ruhiyat, sumber Dutaislam.com yang sempat mengikuti audiensi dengan Polres pada 24 Juli 2018, acara tabligh akbar tersebut diselenggarakan oleh dua lembaga pendidikan, yakni SDIT Al-Afiyah dan YPIB Majalengka.

Syafiq Riza Basalamah (kiri) saat dijamu Rona Firmansyah, Ketua PAN Majalengka, di luar lokasi acara. (Foto: Ruhiyat)
"Kita tabayun sama kapolres nya al hasil yang ngaji diganti orangnya, tapi esensinya sama. Syafiq ternyata datang ke Majalengka, cuma tidak menghadiri pengajian. Dia dijamu istimewa oleh ketua partai PAN Majalengka dan dibawa ke rumahnya," terang Ruhiyat kepada Dutaislam.com, Selasa (21/08/2018) dini hari.

Dari sumber yang diterima Dutaislam.com, Usatdz Syafiq berada di Majalengka hanya mampir (modusnya), "sekalian mau ngisi pengajian di wilayah Cirebon,"tandas Ruhiyat.

Sayangnya, gagalnya Syafiq Riza Basalamah mengisi tabligh akbar di lokasi yang dekat dengan kantor Polres tersebut, kurcaci cingkrang banyak yang berteriak marah. Di media sosial, golongan mereka membuat ujaran kebencian kepada Nahdlatul Ulama (NU) dengan menyebut NU sebagai Nga-NU dan Banser sebagai Banserep.


"Kami juga mendapati cacian dan hinaan dari unsur lembaga YPIB dan di Facebook," tutur Ruhiyat menyayangkan sifat kekanak-kanakan golongan jenggot yang disebutnya wahabi tersebut.

Kapolres Noviana Tursanurohmad sendirinya yang menurut Ruhiyat mengundang Riza Basalamah. Dihadiri oleh H. Karna Sobahi, bupati terpilih Kabupaten Majalengka. "Kita menolak atas dasar keresahan masyarakat," imbuh Ruhiyat.

"Sampaikan ke kapolri kalau AKPB Noviana Kapolres Majalengka itu wahabi," pesannya agar Majalengka tidak tercemari ustadz bermasalah. [dutaislam.com/ab]

close
Banner iklan disini