Bluto Zona Merah Narkoba, Ini Kampanye Ansor Bluto ke Pemuda
Cari Berita

Advertisement

Bluto Zona Merah Narkoba, Ini Kampanye Ansor Bluto ke Pemuda

Duta Islam #03
Senin, 20 November 2017

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) PC GP Ansor Bluto, Sumenep, Jawa Timur, turut prihatin mengenai masifnya peredaran narkoba bagi generasi muda. Keprihatinan diwujudkan dengan melakukan sosialisasi bahaya narkoba menyasar siswa-siswa di sekolah, Senin (20/11/2017).

Ketua BAANAR Bluto Rifki Fathoni mengatakan, pihaknya akan terus melawan arus globalisasi yang disalahartikan sebagian pemuda bahwa mengkonsumsi narkoba bagian dari ikut zaman. Sebaliknya, dinilai tidak keren jika tak mengkonsumsi narkoba.

Perlawanan ini, menurut Rifqi, tidak lepas dari kondisi di Bluto yang belakangan ini masuk zona merah narkoba. Dilaporkan, enam pengguna dan pengedar ditangkap sejak lima bulan terakhir.

”Ini menjadi tantangan tersendiri untuk melawan,” katanya dalam sosialisasi yang digelar di Madrasah Nurul Huda, Bluto Sumenep, Senin (20/11/2017).

Ketua Ansor Bluto Moh. Ilyas mengatakan, sosialisi bahaya kepada generasi muda khususnya di Kecamatan Bluto sangat penting. Dia mengatakan, narkoba kini tak hanya menjangkit pemuda kota, tapi sudah menjangkiti pemuda di kawasan pedesaan.

”Ini tak hanya dilakukan oleh satu/dua orang, melainkan banyak orang. Melihat kondisi ini kami sangat mewanti-wanti agar pemuda untuk tegas menolak ini demi masa depan dirinya, keluarganya, orang-orang disekitarnya serta untuk kesejahteraan Indonesia,” katanya kepada Dutaislam.com.

Sosialisasi bahaya narkoba oleh BAANAR, kata Ilyas, untuk mengkaji sekaligus menyebarkan informasi mengenai bahaya narkoba bagi kehidupan. Sosialisasi diikuti sekitar 100 siswa dari Madrasah Nurul Huda Gingging dan dari sekolah sekitar.

Kapolsek Bluto AKP Wahyudi mengatakan, sudah menjadi tanggungjawab pihaknya sebagai petugas untuk selalu siap dengan yang terjadi di wilayah tugas. ”Petugas Polmas khususnya  harus selalu siap dan peduli apapun kegiatan yang ada di desa binaannya,” katanya. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini