Iklan

Iklan

,

Iklan

Gitu Aja Kok Freeport!

23 Feb 2017, 06:29 WIB Ter-Updated 2019-05-08T12:28:47Z

DutaIslam.Com - John F Kennedy tewas ditembak, pelaku dan motif sebenarnya apa, masih misteri hingga saat ini.

Konon, di awal tahun 60 an, sebagai presiden Amerika Serikat, dia malah mendukung Soekarno soal Freeport, bukan sebaliknya.

Kala itu, Presiden Soekarno ingin agar Indonesia lebih 'berkuasa' atas Freeport. Endingnya, kedua presiden sama-sama terjungkal dan Kontrak Karya pun lenggang kangkung.

Di tahun 2000, Presiden Gus Dur juga sempat akan 'merenegosiasi' Freeport agar lebih menguntungkan Indonesia.

Kala itu, negosiatornya Rizal Ramli. Tapi selang beberapa bulan, Gus Dur digoyang legislatif dan dilengserkan dengan kasus yang sampai sekarang juga masih misteri, Brunei Gate dan Bulog Gate.

Konon, legislator dapat sejumlah upeti dari Freeport sebagai imbalan suksesnya menjatuhkan Gus Dur. Meminjam istilahnya mas Anas, "Freeport kuwi nabok njileh tangan."

Beberapa tahun kemudian, Gus Dur berkunjung ke Solo. Di Loji Gandrung beliau bertemu dengan Mbah Lim (K.H. Muslim Imampuro), Klaten. Mereka terlibat perbincangan serius tentang negeri ini. Jokowi, sebagai tuan rumah, hanya monggat-manggut mendengarkan.

Di sela perbincangan, Gus Dur dhawuh, kurang lebihnya, "Siapapun orang Indonesia, asal orang baik dan dikehendaki rakyatnya, bisa menjadi presiden, termasuk Pak Jokowi ini."

Mungkin dhawuh Gus Dur kala itu diamini Mbah Lim dan malaikat.

Eeee.. Lah kok kedaden.. Pak Jokowi jadi presiden.

Kita tidak tahu, perbincangan apa saja yang didengar Pak Jokowi kala itu. Mungkin saat ini beliau sedang merefresh pikiran dan berusaha mewujudkan cita-cita Sang Bapak Bangsa. [dutaislam.com/ ab]

Iklan