Iklan

Iklan

,

Iklan

Warga Dibuat Kisruh oleh Wahabi yang Nyelonong "Maksa" Jadi Imam Masjid

14 Jul 2016, 10:24 WIB Ter-Updated 2019-03-28T15:27:20Z

DutaIslam.Com – Sebuah video yang menampilkan perselisihan warga jama'ah di masjid jadi viral dengan banyak pandangan bahwa terjadi perebutan untuk menjadi Imam shalat. Sebuah pandangan yang merendahkan, menurut saya. Coba perhatikan dengan seksama, dalam video itu terjadi perdebatan antara kaum bergamis dan kaum sarungan. Ini videonya: 


Yang sarungan adalah warga yang tinggal di sekitar masjid. Mereka yang selama ini membangun masjid, merawat masjid dan saling berkomunikasi dan melakukan kegiatan di masjid. Selama ini mereka adem ayem saja, tidak banyak masalah. Mereka mempunyai seseorang yang mereka tua-kan, yang selalu menjadi Imam shalat.

Datanglah tamu tak diundang, entah darimana berpakaian ala padang pasir. Mereka dengan tiba-tiba mengambil peran sebagai Imam shalat, tanpa permisi. Seandainya mereka membuat barisan lain tentu tidak masalah, tetapi mereka langsung mengambil posisi sebagai pemimpin utama shalat, tanpa mengindahkan teguran halus dari warga.

Apakah ini hanya sekedar “rebutan Imam shalat”?
Bukan. Ini agenda politik wahabisme dalam “gerakan merebut masjid”. Mereka masuk ke masjid-masjid –terbanyak masjid NU, mengambil alih peranan para ulama dan akhirnya menguasai masjid tersebut. Ketika mereka sudah mengambil alih peran ulama, maka mereka akan membidahkan amalan-amalan NU yang menurut mereka tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Ketika mereka sudah menguasai penuh masjid, maka mereka akan berbicara tentang khilafah, mencuci otak warganya tentang betapa kafirnya negeri kita. Gerakan politik yang sistematis, tanpa banyak disadari oleh warga yang cenderung hormat pada orang asing.

Dulu sedikit sekali warga yang melawan seperti ini. Banyak yang -karena sungkan- akhirnya mempersilahkan mereka mengisi masjid-masjid. Dan akhirnya terjadilah kekerasan seperti di Sampang, yang mengatas-namakan NU.

Cara mereka merebut NU adalah dengan menuding pimpinan atas NU sebagai syiah dan merebut akar rumput NU dengan menguasai masjid. Ketika satu saat NU berhasil mereka kuasai sepenuhnya, maka organisasi besar beranggotakan sekitar 80 juta umat ini, akan dibenturkan ke siapa saja, mulai pemerintah, Muhammadiyah sampai agama lain. Tujuannya apalagi kalau bukan chaos dan menjadi alasan mereka untuk mendirikan khilafah. Jadi, jangan pernah berpandangan bahwa ini sekedar rebutan Imam shalat.

Harus memahami gerakan mereka, supaya kita tetap waspada. Dan hati-hati dengan mereka yang selalu berteriak, “Ini memecah belah umat Islam”. Merekalah yang ingin memecah Indonesia. Islam sudah ada sejak dulu tanpa ada mereka dan tidak pernah terpecah, malah berjuang supaya negara ini satu. Terkadang harus seruput kopi biar kita paham kejadian sebenarnya. [dutaislam.com/ ab]

Iklan