Iklan

Iklan

,

Iklan

Kami Tidak Takut Teror

15 Jan 2016, 19:51 WIB Ter-Updated 2016-01-16T13:02:43Z
DUTAISLAM.COM- Pernah pada suatu hari, aku berdialog dengan salah seorang pemuda dari kelompok garis keras (golongan Mutasyaddidin) dan aku bertanya kepadanya: “Apakah meledakkan tempat-tempat hiburan malam di salah satu negara yang mayoritas penduduknya umat Islam hukumnya halal ataukah haram?”

Pemuda itu pun menjawab kepadaku: “Tentu saja hukumnya halal dan diperbolehkan untuk membunuh mereka”.

Aku bertanya lagi kepadanya: “Jika Engkau membunuh mereka yang sedang bermaksiat kepada Allah, kemana tempat mereka akan kembali ?”

Pemuda itu menjawab: “Pastinya ke Neraka”

Aku bertanya lagi kepadanya: “Kemanakah Setan ingin membawa mereka (yang kamu bunuh dengan ledakanmu)?"

Pemuda itu menjawab: "Pastinya Setan berkeinginan membawa mereka masuk ke dalam Neraka?”

Lantas aku pun berkata kepadanya: “Kalau begitu, Engkau sedang bekerjasama dengan Setan dengan satu tujuan yang sama yaitu untuk memasukkan dan menjerumuskan manusia ke dalam api Neraka !”

Aku sebutkan kepadanya satu hadits Rasulullah SAW, yang mana ketika itu lewat di hadapan Nabi Muhammad SAW jenazah seorang Yahudi sehingga menjadikan Nabi bersedih dan menangis. Maka bertanyalah para Sahabat Nabi: “Apa yang menyebabkan dirimu bersedih dan menangis duhai Rasulullah?” 

Rasulullah menjawab: “Satu jiwa telah terlepas dariku dan jiwa itu masuk ke dalam api Neraka”.

Aku pun berkata kepada pemuda itu: “Coba perhatikan perbedaan yang amat nyata antara dirimu wahai anak muda dengan diri pribadi Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam yang berusaha untuk membimbing dan menyampaikan hidayah kepada manusia serta menyelamatkan mereka dari api Neraka, sedangkan dirimu menginginkan mereka masuk ke Neraka. Engkau berada dalam satu lembah dan Kekasih Agung Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam berada pada lembah yang lain (Engkau berseberangan dengan Nabi Muhammad  Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam)”.

Source: Kisah Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi rahimahullahuta'ala dengan seorang pemuda, Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi lahir di Mesir  16 April 1911 dan wafat pada tanggal 17 Juni 1998, beliau salah satu guru dari Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri, Uni Emirat Arab. [ed]

Iklan