Iklan

Iklan

,

Iklan

Karomah Buta Huruf yang Cinta Al-Qur'an

1 Des 2015, 20:41 WIB Ter-Updated 2015-12-01T14:56:48Z
DutaIslam.Com- Kisah ini yang diceritakan dalam ceramah di Masjid Sultan Zainal Abidin Kuala Terengganu, Malaysia. Seorang lelaki melalui sebuah kawasan perkuburan di suatu malam yang sunyi. Tiba-tiba ia melihat suatu cahaya yang terang benderang muncul dari sebuah kubur, dan terus menjulang ke atas, langit. Ia tertegun dan kaku melihat kejadian itu. Dia terfikir kemungkinan kubur ini adalah kubur seseorang yang sangat istimewa. Samada ia seorang wali Allah atau ulama atau orang soleh yang istimewa kedudukannya di sisi Allah.

Diambilnya sebatang kayu lalu ditaruh di atas kuburan yang bercahaya itu. Keesokan harinya, lelaki itu datang lagi ke kawasan perkuburan itu dengan ditemani beberapa orang kampung. Beliau ingin menyelidiki dan ingin mengetahui kubur siapakah yang sangat ajaib itu. Untuk mengetahui lebih lanjut, lelaki itu berkunjung ke rumah yang meninggal itu dan bertemu dengan istrinya lalu menceritakan keajaiban yang dilihat di kuburan suaminya.

Anehnya, sang isteri terkejut dan heran. Dia sangat mengenal suaminya. Suaminya bukan siapa-siapa. Suaminya seorang petani biasa saja. Bukan seorang alim, bukan seorang ahli ibadat, bukan orang soleh, apa lagi bukan imam, bukan muazzin, bukan guru al-Quran. Malah suaminya tidak pandai membaca Quran dan dia tidak pernah mendengar suaminya membaca Quran. Lelaki itu bertanya adakah perkara-perkara aneh yang selalu lakukan dalam kehidupan sehari-harinya.

Akhirnya sang istri teringat suatu perkara yang selalu dilakukan oleh suaminyaitu. Setiap kali sebelum tidur pada setiap malam, ia mengambil wudhu, kemudian masuk di dalam suatu kamar, lalu diambilnya al-Qur'an di atas rak, lalu dicium dan dipeluknya dengan penuh kecintaan dan kasih sayang. Ia duduk dan membuka al-Qur'an itu lembar demi lembar seperti sedang membaca. Sedangkan ia seorang yang buta al-Qur’an. Dia meraba-raba ayat-ayat Qur’an itu dengan tangannya, seolah-olah sedang menyentuh dan mebelai sesuatu yang sangat dikasihi.

Sang istri juga bercerita kalau ia pernah mendengar rintihan dan tangis suaminya yang sangat sedih, mendayu-dayu dengan penuh penyesalan.“Tuhanku! Ampunkanlah aku karena aku tidak mampu membaca kalimat-kalimatmu ini. Janganlah engkau hukum aku di atas kebodohanku ini, ya Allah.”

“Wahai Qalam Allah, maafkan kesalahan ku. Aku tidak mampu membaca kalimah-kalimahmu. Aku tidak dapat bersahabat dengan mu. Aku tidak dapat memahami mu. Tapi aku sangat mengasihi mu. Aku sangat mencintaimu."

“Wahai Qalamullah, janganlah Engkau mendakwa aku, jangan Engkau menuduh aku di hadapan Allah diakhirat nanti”.

Lelaki itu meminta untuk melihat al-Quran kesayangan suaminya itu. Benar dan sangat mengharukan, ia melihat naskah yang mulia itu kelihatan lusuh, tiap helainya kelihatan selalu dibuka berkali-kali. Dan ada bekas-bekas airmata di kertasnya, tanda seseorang sering menangis derai airmatanya tatkala membuka lembaran yang maha suci ini. Pastinya lelaki ini sangat mulia peribadinya. Hatinya telah bersatu dengan ruh al-Qur’an. Dia sangat mengasihi kalimah-kalimah Allah itu dengan sesungguhnya. Ia mengasihi Allah dengan seluruh jiwa dan raganya.

Marilah kita menghidupkan al-Quran di dalam masjid kita, di dalam rumah kita, di dalam diri kita, setiap masa. Luangkan waktu setiap hari untuk membaca dan pahami isi-isinya. Share yah cerita ini supaya kebaikan diperoleh kita semua. [ed.karim]

Source: FB Zun Nurain

Iklan