Iklan

Iklan

,

Iklan

Sifat Wanita Tarim Hadramaut yang Memesona Laki-Laki

19 Nov 2015, 17:54 WIB Ter-Updated 2018-03-25T05:09:35Z

DutaIslam.Com - Kehidupan wanita di kota Tarim Hadramaut jauh berbeda dengan sebagian besar wanita wanita muslimah di dunia. Wanita wanita Tarim terbiasa dari sejak kecil dibesarkan di lingkungan ulama, siang malam obrolan mereka adalah majelis ilmu, alqur’an, adab, akhlak, tasawwuf.

Mereka dibesarkan tidak kenal musik, tidak kenal kebiadaban, tidak kenal wajah orang fasiq, bahkan para wanitanya itu tidak pernah melihat lelaki selain kakaknya dan pamannya.

Saat mereka menikah, ketika ditanya pada istri apa sih kesannya saat awal berjumpa? Ia menjawab : saya bingung, seumur hidup saya belum pernah melihat lelaki selain kakak kandung saya, lalu ini ada lelaki asing duduk di kamar saya.

Demikian keadaan mereka. Mereka tak menyusahkan suaminya, begitu pula suami kepada istrinya. Bila susu habis misalnya, atau beras, atau apa saja yang perlu dibeli, mereka tak berani bicara pada suaminya karena takut suaminya sedang tidak ada uang, atau sedang sibuk. Maka mereka taruhlah bungkus-bungkus kosong itu ditempat yang sekiranya menyolok terlihat oleh suaminya.

Demikian pula suami, seluruh hajat pasar, sayur dan lainnya suamilah yang belanja. Istrinya boleh boleh saja keluar, ke pasar kaum wanita, misalnya belanja baju, atau barang barang khusus wanita. Namun, kalau urusan dapur, sayur, beras dan lainnya itu tugas suami atau pembantu.


Istri selalu membuat kamar tidur wangi. Bila suaminya pulang maka pastilah kamar sudah ditata rapi dan sangat wangi, pakaian suami sudah pasti wangi, kamar mandi wangi, semua ditata serapi mungkin.

Istri tak pernah mengangkat suara pada suami, tak pernah marah, tak pernah cemberut. Bila kesal, mereka menangis dan mengadu pada suaminya dengan lirih. Itulah cara marah mereka.

Demikian pula suami, tak pernah marah pada istri, apalagi mencaci. Bila sudah sangat kesal atas sesuatu, suami tulis surat pada istri lalu pergi atau tidur, nanti istri menjawab pula, lalu suami menjawab pula, akhirnya keduanya tertawa bersama.

Masih banyak lagi keunikan dan seni budi pekerti Rosul Muhammad saw yang sulit ditemui kini. Semoga kita bisa meneladani Rasulullah SAW. Aamiin. [dutaislam.com/ ed]

Iklan