Iklan

Iklan

,

Iklan

Dusta Wahabi Kepada Imam Hanafi

21 Nov 2015, 05:45 WIB Ter-Updated 2015-11-21T14:50:23Z
Wahabi menyandarkan aqidah sesatnya pada perkataan Imam Abu Hanifah yang terdapat dalam syarah Fiqh Al-Akbar hlm. 197-198 (Pensyarah: Mula Ali Al-Qori). Berikut perkataannya:

Diriwayatkan dari Abi Muthi’ Al Balkhi, sesungguhnya ia bertanya pada Imam Abu Hanifah RA tentang orang yang berkata:

"Aku tidak mengetahui apakah Tuhanku di langit atau di bumi? Maka beliau menjawab: Orang tersebut telah Kafir karena Allah SWT berfirman "Allah yang Maha Rohman Istawa di atas 'Arsy (QS. At-Thaha). Dan, Arasnya di atas tujuh langit-Nya. Bagaimana kalau ia bertanya: Allah di atas Arsy-Nya tapi aku tidak tahu apakah 'Arsy-Nya di langit atau di bumi? Maka Beliau menjawab lagi: Orang itu telah kafir karena ia ingkar akan adanya Allah di langit, sebab Allah di atas illiyiin." (Abu Hanifah).

PENJELASAN:

Riwayat ini dusta dan batil dan seolah menyatakan haqiqat Dzat Allah di atas langit, dan ini dibuat- buat atas nama Imam Abu Hanifah.

A L A S A N:
  1. Riwayat tersebut tidak ada dalam matan Fiqhul Akbar (karya Abu Hanifah), tetapi termasuk dalam masalah yang dicantumkan oleh pensyarah kitab tersebut, yaitu Mula Ali Al-Qori.
  2. Dan perawinya yaitu Abu Muthi’ Al-Balkhi sebagaimana dikatakan dlaif oleh Ibnu Abi Al Izzi bin Abdissalam di dalam syarah At-Thohawi Juz 2 halaman 480 menukil perkataan dari Ibnu Katsir sebagai berikut: "Adapun Abu Muthi yaitu Al-Hakam bin Abdillah bin Maslamah Al-Balkhi telah didloifkan oleh Imam Ahmad bin Hambal". Yahya bin Ma’in berkata: "Tidak ada apa-apanya orang itu." Al Bukhori berkata: "Dia dhoif dengan pemikirannya, juga didoifkan oleh Hatim Ar-Razin, Muhamad bin Hiban, Ibnu Adi dan Daruqutni, juga oleh yang lainnya."

Syekh Musthofa Abu Saif Al-Hamami menulis dalam kitabnya (Ghautsul Ibad Bibayanir Rosyad, hlm. 341-342):
  1. Riwayat ini tidak ada dalam Kitab Fiqhul Akbar Imam Abu Hanifah, tetapi hanya dinukil oleh penukilnya dengan mengatasnamakan Abu Hanifah dengan menyandarkan pada kitab beliau Fiqhul Akbar, dan itu kebohongan dan bid’ah aqidah.
  2. Perowinya dicela karena pemalsu qaul ulama'. Maka tidak halal bersandar dengan riwayatnya dalam hukum furu', apalagi hukum usul. Mengambil riwayatnya adalah hiyanat.
  3. Perowi ini telah divonis berdusta atas nama Abu Hanifah RA oleh Imam Izuddin Abdussalam, seorang ulama yang tsiqoh (kredibel).

Syaikh Imam Izzuddin bin Abdussalam dalam Kitab Hillur Rumuz seperti dinukilkan oleh Imam Ali Qori dalam syarahnya Fiqhul Akbar hlm. 271, berkata: 

“Bahwa orang yang berkata ‘saya tidak tahu apakah Tuhan di langit atau dibumi dihukumi kafir’, karena ucapan tersebut memberi prasangka bahwa Allah SWT bertempat dan berarah. Barang siapa berfikiran seperti itu, maka ia adalah musyabbih (yang menyerupakan Allah dengan Mahkluk)." []

Ini teks yang diselewengkan wahabi dari Abu Hanifah
Sudah dijelaskan Syaikhul Izzi bin Abdissalam

Iklan