Sabtu, 21 Juli 2018

Kritik Islam Nusantara untuk Politik, Gus Ulil: Harus Dilawan dengan Cara Politik

Gus Ulil Abshar Abdalla saat membacakan kitab Ihya' di Komplek Ponpes Hasyim Asy'ari, Bangsri, Jepara, pada Jum'at (20/07/2018) malam.
DutaIslam.Com - Menurut Gus Ulil Abshar Abdalla, para pengkritik Islam Nusantara itu terbagi menjadi dua. Ada yang memang mereka berbeda dengan kita cara berpikirnya, paradigma, dan filosofinya. Tapi ada juga yang memang sengaja menciptakan untuk kepentingan politik.

Untuk yang pertama, Gus Ulil menyarankan, tidak usah terlalu mempersoalkan orang-orang yang mengkritik Islam Nusantara. "Memang tidak akan ketemu dengan kita (NU). Maka dari itu sikap kita ya agree to disagree sepakat untuk tidak sepakat," kata Gus Ulil saat ditemui usai Kopdar Ihya', Jum'at (20/07/2018) malam, di Komplek Ponpes Hasyim Asy'ari, Bangsri, Jepara.

Yang kedua (unsur politik), kata Gus Ulil, ini justru perlu diperhatikan. Menurutnya, mereka memang menggunakan isu Islam Nusantara ini untuk menyerang kelompok-kelompok yang mungkin selama ini tidak pro Prabowo, tidak pro PKS, atau sebagai pendukung Jokowi.

"Dibalik ini adalah perdebatan soal Pilpres. Ini sebenarnya isu proxy, isu yang dijadikan alat untuk pertarungan kepentingan sesungguhnya, yakni terkait Piplres," terang Gus Ulil.

Kita bisa memperhatikan, lanjutnya, bagaimana isu ini begitu panas menjelang Pilpres. "Jadi nampak betul kalau isu ini bukan kebetulan, akan tetapi bagian dari Cyber War, perang digital," ungkap Gus Ulil.

Ditanya apakah mengabaikan para pengkritik tersebut termasuk wa’arid anil jahilin?, Gus Ulil menjawab, kalau dari sisi akhlak bisa termasuk. Akan tetapi jika ini bagian dari persaingan perpolitikan tidak demikian. "Artinya kalau ini persaingan politik harus dilawan dengan cara politik," tandasnya. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini