Kamis, 19 Juli 2018

KH Romli kepada Putranya: Ojok! Nggak Ridho Aku Awakmu Belajar Kanuragan


Oleh Hisyam Zamroni

DutaIslam.Com - Suatu ketika KH Mustain bin Romli muda mohon izin kepada ayahandanya simbah KH Romli bin Tamim (PP. Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang Jawa Timur) untuk belajar ilmu kanuragan.

Yai Mustain : "Buya, dalem izin bade belajar kanuragan (Buya, saya izin mau belajar kanuragan)."

Mbah Yai Romli : "ojok! Nggak ridho aku awakmu belajar kanuragan, pingin opo awakmu? Pingin sakti ta? (Jangan! Aku tidak ridlo kamu belajar kanuragan. Kamu ingin apa? Ingin sakti?) "

Yai Mustain : "Inggih, buya (Iya, Buya)."

Mbah Yai Romli : "sek, aku ape takok, jawaben! (Sebentar, aku ingin tanya, jawablah!) Awakmu lek dirasani uwong loro ati po nggak? (Kalau kamu dipergunjingkan orang, sakit hati apa tidak?) "

Yai Mustain : "inggih loro ati, buya (Iya, sakit hati, Buya)"

Mbah Yai Romli : "le ngunu ojo ngerasani uwong! (Kalau begitu jangan menggunjing orang!) "

Mbah Yai Romli : "awakmu le di elokno wong loro ati opo nggak? (Kalau kamu dihina orang, sakit hati apa tidak?) "

Yai Mustain : "inggih loro ati buya (Iya, sakit hati, Buya)"

Mbah Yai Romli : "le ngunu ojo ngelokno wong! (Kalau begitu jangan menghina orang!)"

Mbah Yai Romli : "awakmu lek dikek i wong atimu bungah opo nggak? (Kalau kamu diberi oleh seseorang, hatimu gembira tidak?)"

Yai Mustain : "inggih bungah buya (Iya, bahagia, Buya)"

Mbah Yai Romli : "lek ngunu seng seneng ngekek i wong! (Kalau begitu, sukalah memberi orang!)"

Mbah Yai Romli : "awakmu lek ditulung wong atimu seneng opo nggak? (Kamu kalau ditolong orang, hatimu senang atau tidak?)"

Yai Mustain : "inggih seneng buya (Iya, senang, Buya)"

Mbah Yai Romli : "le ngunu seng seneng nulung wong (Kalau begitu, sukalah menolong orang)"

Mbah Yai Romli : "iku lakonono kabeh, insya Allah bakal sakti (Lakukan itu semua, insya Allah (kamu) akan sakti)"

Dari percakapan beliau berdua di atas, terdapat hikmah yang luar biasa yang bisa kita ambil pelajarannya. Secara tidak langsung beliau Mbah Yai Romli mengajarkan kepada puteranya khususnya dan kepada kita semua umumnya, tentang suri tauladan yang baik, tentang apa itu "Ngaji Rasa". Mempelajari ilmu kanuragan adalah hal yang mudah, tetapi yang paling sulit dalam hidup ini adalah "Ngaji Rasa". Karena yang namanya "Ngaji Rasa" itu sangat berkaitan erat dengan ilmu "Noto ati" yang merupakan inti dari ilmu tasawwuf.

Untuk Mbah Yai Romli bin Tamim dan Yai Mustain bin Romli, Pondok Pesantren Darul 'Ulum Rejoso Peterongan Jombang, al-Fatihah..... [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini