Minggu, 01 Juli 2018

Bahaya PKS Ketika Mendapatkan Kekuasaan

Ilustrasi penguasa lalim (istimewa)
Oleh Denny Siregar

DutaIslam.Com - Apa yang terjadi pada Robiatul Adawiyah, seorang guru SDIT Darul Maza, Bekasi adalah sebuah peringatan. Bu Robiatul dipecat dari tempatnya mengajar karena berbeda pilihan Gubernur.

Kebetulan pimpinan sekolah dan yayasan adalah simpatisan PKS. Mereka memaksa semua pengajar dan staf yayasan harus memilih paslon no 3 Sudrajat-Syaikhu sebagai Gubernur Jabar. Sedangkan bu Robiatul menentang arus dengan memilih Ridwan Kamil.

Tanpa sadar bu Robiatul membuka topeng PKS dengan elegan. PKS muncul dengan cara-cara orde baru dulu yang memaksa semua PNS untuk memilih Golkar sebagai partai utama. Dulu semua TPS diawasi dan dicatat. Siapa yang memilih selain Golkar, dipecat.

Dalam pemilu ada konsep Luber (Langsung Umum Bebas dan Rahasia). Di tangan simpatisan PKS, seperti pimpinan yayasan SDIT Darul Maza, bebas dan rahasia tidak boleh ada. Semua harus searah, tidak boleh ada yang keluar barisan. Ketahuan, sanksinya berat.

Jika PKS Berkuasa


Cara-cara PKS - yang mirip orde baru ini - sangat berbahaya bagi kelangsungan negara kedepannya. Bayangkan jika mereka menguasai pemerintahan, maka para PNS dan pegawai BUMN tidak boleh punya pilihan. Demokrasi tidak ada dalam kamus mereka, karena demokrasi itu buatan negeri kafir katanya.

Apa yang terjadi di Jatiasih, Bekasi, itu bisa menjadi sebuah contoh kecil, bagaimana jika mereka memegang kekuasaan nantinya. Sebuah pelajaran sekaligus peringatan, bagi mereka yang masih memegang demokrasi sebagai tatanan bernegara.

Yayasan yang memecat bu Robiatul boleh-boleh saja minta maaf dengan mengunjungi sang guru. Tapi bu Robiatul tahu, bahwa jika ia masih di sana, hidupnya sudah tidak nyaman lagi. Karirnya pasti dihabisi. Kenapa? Karena ia sudah divonis berbeda dengan mereka..

Itulah kenapa ia menolak mengajar kembali di sana. Buatnya lebih baik mencari tempat dimana ia diterima dengan kemerdekaannya menentukan pilihan.

Keberanian bu Robiatul belum tentu dimiliki banyak orang yang berada dibawah naungan yayasan-yayasan simpatisan PKS. Banyak yang seperti beliau, tapi mencari aman dengan menggadaikan suaranya. Buat mereka, mencari uang yang utama dan kebebasan bersuara nomor kesekian dalam daftarnya.

Itulah kenapa kita harus mencegah PKS berkuasa.

Kita tidak ingin negeri ini satu saat menjadi negeri seperti saat Soeharto berkuasa. Dimana hak-hak dan kebebasan berpendapat kita diberangus oleh penguasa. Dulu mahasiswa berjuang supaya negeri ini kembali pada porosnya. Tapi sekarang ada kelompok yang ingin mengembalikan masa kelam itu kembali berkuasa. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini