Jumat, 18 Mei 2018

Samakan Khilafah Tarawih dengan Khilafah HTI, Profesor Kena Kritik Tajam

Status Suteki dosen Undip
DutaIslam.Com - Dengan sombongnya seorang Profesor bidang Hukum dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bernama Suteki, nyinyir menulis, "Soal SHALAT TARAWIH mereka ngikut Khulafaur rasyidin; giliran soal KHILAFAH mereka bilang itu bukan AJARAN ISLAM. Mikeeerrr..!"

Tulisan tersebut ditulis Suteki melalui akun facebooknya Suteki, Sh, Mhum, Dr, Rabu (16/05/2018).

Mengetahui hal tersebut, mantan ketua HTI Babel, Ayik Heriansyah memberikan kritik tajam. Ia menduga, konteks status Si Profesor ini terkait shalat Tarawih 20 raka'at plus 3 raka'at witir yang diamalkan nahdhiyin berdasarkan praktik shalat Tarawih berjama'ah di masjid pada masa Khulafaur Rasyidin dalam hal ini Khalifah Umar bin Khaththab.

"Dengan kata lain shalat Tarawih yang diamalkan oleh nahdhiyin berdasarkan ijma sahabat yang bagi Si Profesor dan teman-teman HTI-nya adalah dalil syar'i," kata Ayik kepada Dutaislam.com, Jum'at (18/05/2018).

Menurut Ayik, Sang Profesor mungkin lupa atau tidak tahu atau bahkan menutup mata tentang perbedaan fakta shalat tarawih dengan Khulafaur Rasyidin dan Khilafah. "Menyamakan ketiga fakta ini hanya menunjukkan kedangkalan pemahaman atas ketiga fakta itu dan hukum syara' yang terkait dengannya," tandasnya.

"Sayang, status tendensius ala Profesor berbau HTI sekali ketika Si Profesor "protes" mengapa nahdhiyin yang shalat Tarawih mengikuti contoh Khulafaur Rasyidin sedangkan dalam bernegara, tidak," imbuhnya.

Si Profesor, kata Ayik, diduga kuat sudah menjadi anggota Hizbut Tahrir (sudah mengucapkan sumpah/qassam). "Mudah-mudahan dugaan ini salah," harapnya.

Baca: Beredar Tulisan Dosen Undip Nyatakan 'HTI Cinta Indonesia', Mantan HTI: Pengakuan Dusta!

Menurut Ayik, Khulafaur Rasyidin dan Khilafah Tahririyah tentu saja berbeda. Khulafaur Rasyidin adalah khalifah-khalifah yang diberi petunjuk dan bimbingan dari Allah Swt untuk selalu memegang teguh metode kenabian (minhajin nubuwwah) berdasarkan nash (hadits). Khulafaur Rasyidin melanjutkan kepemimpinan Nabi Saw dalam hal menjaga agama dan mengurus umat, memelihara, menjaga serta melindungi mereka. Khufaur Rasyidin dari kalangan sahabat Nabi Saw yang sudah dijamin masuk surga.

"Mereka tidak pernah berniat, bermimpi dan berambisi menjadi Khalifah. Mereka semua dipilih dan diangkat umat dengan ridha wal ikhtiar (kerelaan dan pilihan sendiri tanpa paksaan). Mereka mendapat kekuasaan setelah dibai'at umat," terangnya.

Adapun Khilafah yang diperjuangkan HTI, lanjut Ayik, adalah Khilafah Tahririyah yaitu suatu konsep negara hasil ijtihad politik Syaikh Taqiyuddin an Nabhani. Menurutnya, Khalifah pada konsep Khilafah Tahririyah ini adalah kader terbaik Hizbut Tahrir / Amir Hizbut Tahrir dan tidak ada nash dan dalil yang mewajibkannya. Khalifah pada Khilafah Tahririyah bukan termasuk Khulafaur Rasyidin seperti yang disebut Nabi Saw dalam hadits-haditsnya.

"Berbeda dengan Khulafaur Rasyidin, Amir Hizbut Tahrir melalui organisasi yang dipimpinnya sangat berambisi menjadi Khalifah bahkan melegalkan gerakan rahasia dan  metode kudeta untuk meraih kekuasaan. Dalam skenario Hizbut Tahrir, bai'at kepada Amir mereka dilakukan pasca penyerahan kekuasaan setelah berhasil diraih Lajnah Thalabun Nushrah HTI dari penguasa yang sah," terang Ayik.

Ayik menegaskan, Khulafaur Rasyidin dengan Khilafah Tahririyah saja beda jauh, apalagi Khilafah Tahririyah dengan shalat Tarawih. Menurutnya, mahasiswa jurusan Syariah semester satu juga tahu bahwa shalat Tarawih adalah ibadah mahdhah yang hukumnya sunnah, bersifat tauqifi dan  ta'abbudi yang harus berdasarkan nash dan dalil yang sharih. Sedangkan Khilafah Tahririyah adalah konsep negara yang hukum asalnya mubah bersifat ijtihadiyah dan ta'aqquli.

"Untuk menolak sikap  menyamakan shalat Tarawih dengan Khilafah Tahririyah tidak perlu mengadopsi jurus "budeg" ala HTI," tandasnya. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini