Minggu, 27 Mei 2018

Mengapa Lebih Enak Hina Banser daripada HRS?

Hitler Nababan, DRPD Karawang, bonyok karena dianggap menghina Habib Rizieq. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com – Nasib sial menimpa Anggota DPRD Karawang Hitler Nababan. Setelah karyanya berupa meme yang dinilai meleceh Habib Rizieq bocor ke publik, Hitler dikeroyok sejumlah masa pendukung Habib Rizieq, Selasa (22/05/2018) lalu.

Hitler Nababan dikeroyok di ruang Muspida Gedung Paripurna DPRD Karawang. Aksi tersebut terekam video. Yang menjadi dasar amukan itu, meme Mantan Ketua MPR RI Amien Rais membonceng Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq di atas kompresor berknalpot yang diunggah Hitler di grup Whats App Banggar DPRD Karawang.

Pada meme itu, Habib Rizieq mengenakan pakaian yang dianggap kurang pantas. Meme disebut, pertama kali diunggah pada bulan lalu, namun beredar lagi beberapa hari belakangan.

Akibat dari pengeroyokan itu, kini dua tersangka telah ditetapkan, yaitu lelaki berinisial N dan AM. Perbuatan kedua tersangka dinilai telah memenuhi unsur yang disangkakan dalam pasal 170 KUHP. Namun, polisi tidak menahan keduanya dengan alasan, tidak ada kekhawatiran keduanya melarikan diri.

Hilter tidak melaporkan pelaku penganiayaan terhadap dirinya. Polisi memprosesnya secara hukum lantaran sudah masuk pidana murni.

"Itu haknya (meminta maaf). Yang jelas, proses hukum tetap kita lanjutkan," ujar Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya, dilansir dari detik.com

"Karena ini bukan delik aduan yang dimana tindak pidana diproses karena ada aduan. Jadi walaupun enggak ada pengaduan, proses kita lanjutkan," terang Slamet.

Kasus penghinaan ataupun ujaran kebencian sebenarnya memang masih sejak beberapa tahun terakhir di media sosial. Yang jadi sasaran banyak, termasuk tokoh-tokoh NU. Bahkan, penginaan tersebut terlihat lebih sadis. Jejak digital masih bertebaran, misalnya, bagaimana Ketum PBNU NU dituduh, Syiah, Dajjal, antek Yahudi.

Namun, bagaimana respon Kiai Said dan tokoh NU lain ketika dihina dan dilecehkan? Mereka tetap. Sekeras apapun penginaan dan cercaaan tidak berpengaruh terhadap emosi. Banser NU sebagai penjaga kiai hanya meminta klarifikasi dan tabayyun. Penghinaan selesai setelah minta maaf. Bahkan ada yang berakhir dengan silaturrahim bersama, saling bermaafaan, lalu diakhiri dengan makan-makan.

Peristiwa ini kontras jika dengan penghinaan yang menimpa tetangga sebelah, di luar NU. Kalau tidak digeruduk maka pelakunya akan bonyok. Kasus meme yang diduga Habib Rizieq sebagaimana ditayangkan tempo beberapa bulan lalu ada contohnya. Sejumlah massa FPI menggeruduk Kantor Tempo di Jakarta.

Baru-baru ini DPRD Karang Hitler Nabadan juga bonyok gara-gara dianggap menghina Habib Rizieq.

Lebih enak memang menghina NU dan kiai-kian NU ya? [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini