Jumat, 13 April 2018

Mengapa Orang yang Menuduh Kafir Orang Lain Jadi Kafir? Ini Hadisnya

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com – Kafir mengkafirkan bukan hal baru dalam perjalanan sejarah umat Islam. Kebisaan itu terus terjadi hingga sekarang dan kerap dilontarkan oleh kelompok yang mengaku paling Islam.

Apa kata Rasulullah mengenai orang yang menuduh orang lain kafir? Berikut ini beberapa hadis nabi mengenai orang yang menuduh kafir saudaranya. Paparan ini disampaikan oleh Ustad Ma’ruf Khozin, MWC Center PWNU Jawa Timur yang diambil dari aplikasi online pribadinya:

Menuduh umat Islam yang bersyahadat, salat dan lainnya adalah dilarang, sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ h أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ g يَقُولُ لاَ يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلاً بِالْفُسُوقِ وَلاَ يَرْمِيهِ بِالْكُفْرِ إِلاَّ ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ (رواه البخاري رقم 5585)

"Tidaklah seseorang menuduh kepada orang lain dengan kefasikan (dosa besar) atau dengan kekufuran, kecuali tuduhan itu kembali kepada penuduh, jika yang dituduh tidak sesuai dengan tuduhannya" (HR al-Bukhari No 5585 dari Abu Dzarr)

Bagaimana bisa tuduhan itu kembali kepada pelaku atau penuduh? Syaikh al-Qasthalani menjawab: "Sebab, jika yang menuduh itu benar, maka orang yang dituduh adalah kafir. Namun jika penuduh tersebut dusta (karena yang dituduh tidak kafir), maka penuduh tersebut telah menjadikan iman sebagai kekufuran. Dan barangsiapa yang menjadikan iman sebagai kekufuran, maka ia telah Kafir. Hal ini sebagaimana penafsiran al-Bukhari" (Irsyaad as-Saari 'ala Syarh Sahih al-Bukhaarii 9/65)

Rasulullah Saw juga bersabda tentang tuduhan syirik:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ g إِنَّ مَا أَتَخَوَّفُ عَلَيْكُمْ رَجُلٌ قَرَأَ الْقُرْآنَ حَتَّى إِذَا رُئِيَتْ بَهْجَتُهُ عَلَيْهِ وَكَانَ رِدْئًا لِلإِسْلاَمِ غَيَّرَهُ إِلَى مَا شَاءَ اللهُ فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَنَبَذَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ وَسَعَى عَلَى جَارِهِ بِالسَّيْفِ وَرَمَاهُ بِالشِّرْكِ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللهِ أَيُّهُمَا أَوْلَى بِالشِّرْكِ الْمَرْمِيُّ أَمِ الرَّامِي؟ قَالَ بَلِ الرَّامِي (رواه ابن حبان رقم 81 عن حذيفة)

“Sungguh yang paling Aku takutkan bagi kalian adalah seseoarang yang membaca al-Quran, sehingga ketika keagungannya terlihat pada dirinya dan ia membela Islam, maka ia merubahnya sesuai yang dikehendaki Allah. Kemudian ia menggantinya dan melemparkannya ke belakangnya, dan ia berjalan di depan tetangganya dengan membawa pedang dan menuduhnya dengan kesyirikan. Hudzaifah bertanya: Wahai Nabi, siapakah dari keduanya yang lebih layak dengan syirik, orang yang dituduh atau penuduh? Rasulullah menjawab: Yaitu penuduh tersebut” (HR Ibnu Hibban No 81 dari Hudzaifah)

Rasulullah Saw juga bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللهِ  gكَفُّوا عَنْ أَهْلِ لا إِلَهَ إِلا اللهُ لا تُكَفِّرُوهُمْ بِذَنْبٍ فَمَنْ أَكْفَرَ أَهْلَ لا إِلَهَ إِلا اللهُ فَهُوَ إِلَى الْكُفْرِ أَقْرَبُ(رواه الطبراني في الكبير عن ابن عمر)

“Menghindarlah dari umat Islam yang mengucapkan kalimat tauhid ‘Tiada Tuhan selain Allah’. Jangan kau hukumi kafir lantaran mereka melakukan sebuah dosa. Barangsiapa yang mengkafirkan mereka, maka dia lebih dekat dengan kekufuran” (HR. Thabrani dalam kitab al-Mu’jam al-Kabir No. 12912 dari Ibnu Umar).

Demikian, semoga kita tidak mudah mengkafirkan orang lain hanya karena persoalan furu’, apalagi karena perbedaan pandangan politik. Karena konsekuensinya sangat besar, yakni kitalah sendiri yang kafir jika menuduh orang lain kafir, padaal sesunggunya tidak. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini