Sabtu, 28 April 2018

Kiai Said Ungkap Dalang Penyebar Hoax, Mulut Cecunguk FPI Ini Nyampah Tak Karuan

Cecunguk FPI penghina Kiai Said. Foto: DutaIslam.com
DutaIslam.Com -   Penghinaan kepada Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siraj kembali terulang. Pelakunya sok-sok an mencintai habib. Tak tahunya yang dihina dan dilecehkan juga habib.

Dia cecunguk FPI asal Pasuruan. Namanya Fatanhaji sebagaimana akun Facebooknya.

Kiai Said mengungkap koordinator penyebar hoax adalah Habib Muhammad Luthfi Al Habsyi dari Tebet saat mengisi ceramah di Lirboyo. Kiai Said juga bersyukur karena MCA selaku penyebar hoax di Indonesia tertanggap. Kia Said juga mengunggkap bahwa aksi 212 di monas ada yang mendanai.

Bukannya dijadikan dasar untuk hati-hati dalam bermedia sosial atau tak mudah terjebak pada kepentingan politik, oleh Fatanhaji justru dijadikan dasar untuk menghina Kiai Said. Melalui akun Facebooknya, Sabtu (28/04/2018) cecunguk FPI nyampah di media sosial. 

Kiai Said disebut menghinan habib. Kiai Said disebut mencemarkan nama baik Lirboyo. Kiai Said juga disebut penghasut tak berkesudahan.

"Terbaru...!!!! Pengajian di lirboyo yang dimaksudkan merekatkan dan mempererat ukhuwwah Islamiyyah kok malah dijadikan ajang menghina habaib oleh SAS. Kalo gitu lha seakan-akan Lirboyo mengundang SAS untuk mengejek para habaib. Berarti SAS mencemarkan nama lirboyo?," tulisnya, kurangajar.

Tak hanya itu, tertangkapnya MCA sebagai penyebar hoax juga salah bagi lelaki tak punya otak ini. Dia tak terima kalau MCA dikecam. Lha terus maunya apa? Heran saja sama kelompok yang mendukung MCA padahal sudah ketahuan penyebar hoax. Sejak zaman alip sampai ya' tak ada yang mendukung tukang kibul kecuali sama-sama tukang ngibul. 

"Lagi-lagi sas mengecam MCA, memfitnah Habaib sebagai sumber hoax, menganggap Habaib Yaman, khususnya Habib Abubakar Almasyhur Al'adni (yang waktu itu berkunjung berbarengan bersama sas ke Sidogiri Pasuruan) sebagai guru ibtidiyyah belaka, mengecam Sholat Jumat 212 di Monas, dsb. Sebuah hasud yang tidak berkesudahan," demikian pernyataannya.


Demikian, kalau orang beragama tanpa isi kepala. Seperti robot dan mesin yang mau saja digeret pemiliknya. Fatanhaji sok-sok membela habib seolah habib selalu benar dan tak pernah salah. Kalau dia memang mencitai habib dan membela habib bagaimana pun kondisinya, bukan Kiai Said juga habib? Mengapa justru dihina.

Ah sudahlah, tidak dimana-mana otak orang seperti Fatanji ini, kecuali di dengkulnya. Demikian editorial Dutaislam.com kali ini. Mari ucapkan Naudzubillah![dutaislam.com/pin]


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini