Rabu, 04 April 2018

Asbabun Nuzul Surat al-Kautsar, Bantahan Atas Tuduhan Orang Kafir Tentang Terputusnya Keturunan Rasulullah

Kadungan Surat al-Kautsar
Asbabun nuzul Surat al-Kautsar, jika diruntut, banyak berkaitan dengan banyak hal. Lantas bagaimana penjelasan ahli tafsir mengenai asbabun nuzul Surat al-Kautsar tersebut? Berikut penjelasannya di bawah ini.

DutaIslam.Com - Ketika Rasulullah ditinggal wafat putranya, Ibrahim dan Qasim, orang-orang kafir menuduh bahwa keturunannya telah terputus. Hal itu membuat Rasulullah dirundung kesedihan yang mendalam. Kemudian Allah menurunkan Surat al-Kautsar sebagai bantahan atas tuduhan orang kafir prihal terputusnya keturunan Rasulullah.

إنا أعطينك الكوثر. فصل لربك وانحر. إن شانئك هو الأبتر 

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar, nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Menurut Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam kitab tafsirnya (Tafsir Munir Liz-Zuhaili), ababun nuzul Surat al-Kautsar dilatarbelakangi 3 faktor.

Tiga faktor asbabun nuzul Surat al-Kautsar tersebut meliputi: pertama, kafir Quraisy menganggap bahwa Rasulallah SAW lemah dan pengikutnya sedikit. Kedua, mereka merasa gembira dengan meninggalnya putra beliau, Qasim yang meninggal di Makkah dan Ibrahim yang meninggal di Madina. Ketiga, perasaan suka cita ketika orang-orang mukmin ditimpa kesusahan dan musibah.

Kemudian Allah menurunkan Surat al-Kautsar untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah figur yang kuat dan akan keluar sebagai pemenang (melawan mereka). Di samping itu, pengikutnya banyak dan tersebar di penjuru dunia. Wafatnya putra-putra beliau tidak menjadikan sikap dan kepribadian beliau lemah. Surah al-kautsar juga menunjukkan bahwa orang-orang yang membencinya akan terputus dan tidak terdengar namanya disebut-sebut lagi serta mereka jauh dari segala kebaikan.

Ibnu Mundzir menjelaskan secara singkat Asbabun nuzul Surat al-Kautsar dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Juraij

وأخرج ابن المنذر عن ابن جريج قال: بلغني أن إبراهيم ولد النبي صلّى اللَّه عليه وسلّم لما مات، قالت قريش: أصبح محمدا بترا، فغاظه ذلك، فنزلت: إِنَّا أَعْطَيْناكَ الْكَوْثَرَ تعزية له...... إلى أن قال: فنزلت هذه السورة إعلاما بأن الرسول صلّى اللَّه عليه وسلّم قوي منتصر، وأتباعه هم الغالبون، وأن موت أبناء الرسول صلّى اللَّه عليه وسلّم لا يضعف من شأنه، وأن مبغضيه هم المنقطعون الذين لن يبقى لهم ذكر وسمعة، البعيدون عن كل خير

Ibnu Mundzir telah meriwayatkan hadist dari Ibnu Juraij, Ia (Ibnu Juraij) berkata: Telah sampai kepadaku, ketika Ibrahim (putra nabi) meningga dunia, orang quraisy berkata: Muhammad telah terputus (keturunannya/dari pertolongan Allah). Hal tersebut membuat nabi bersedih, kemudian turunlah ayat ini sebagai penghibur baginya.

Ayat ini turun, kata Ibnu Mundzir, sebagai penegasan Allah bahwa Nabi Muhammad adalah pribadi yang tegar. Wafatnya putra-putra beliau tidak senantiasa menjadikan beliau lemah dan kacau. Dalam ayat ini, Allah SWT juga menegaskan jika pengikut beliau yang akan meraih kemenangan di kemudian hari, dan orang-orang yang mencela nabi  lah yang terputus, tidak mempunyai sejarah yang baik di mata dunia.

Sejalan dengan pendapat di atas, Syekh Musthofa al-Maraghi juga mengatakan, asbabun nuzul Surat al-Kautsar dikarenakan orang musyrik dan munafik selalu mencela dan mengejek Nabi Muhammad dengan tuduhan-tuduhan yang tak berdasar.

Menurut al-Maraghi, tuduhan-tuduhan yang tak berdasar tersebut meliputi 3 faktor di atas. Setiap kali putra Nabi Muhammad meninggal dunia, meraka akan menggunjing "Keturunan Muhammad telah terputus, kelak tidak ada lagi sebutan tentangnya. Tidak hanya itu, mereka juga mengklaim kalau Islam bukan agama yang benar karena pengikutnya bukan dari kalangan terpandang, melainkan kaum lemah dan miskin.

Keturunan nabi melalui rahim Fatimah

Dalam buku Tafsir Al-Qura'an Atas Surat Pendek, Prof. Quraish Shihab pelbagai pendapat ulama tentang asbabun nuzul Surat al-Kautsar. Pendapat pertama mengatakan bahwa Surat al-Kautsar mengarah pada nama telaga Nabi Muhammad yang ada di syurga. Sebagian besar kelompok ini mengacu pada hadis nabi yang diriwayatkan Anas bin Malik. Telaga itu bernama "al-kautsar".

Pendapat kedua mengacu pada sejarah yang bersumber pada sejarah dan hadist nabi tentang prilaku orang musyrik yang mencela nabi dengen ejekan "abtar" (terputus keturunan). Jadi, makna al-kautsar adalah Allah menganugerahkan keturuna yang banyak kepada Rasulullah SAW. Pendapat ini banyak dikutip  ahli tafsir seperti Imam Suyuthi dalam kitab  Asbab an-Nuzul, Imam al-Alusy, Muhammad Abduh, Thabathabai' dan lain-lain.

Pendapat ketiga, kata "al-kautsar" mengandung dua arti yang dipaparkan dua pendapat sebelumnya. Yakni, Allah memberikan nikmat yang berlimpah kepada nabi. Salah satu nikmatnya berupa telaga dan diberi keturunan yang banyak.

Ulama pakar tafsir banyak yang berpendapat kalau asbabun nuzul Surat al-Kautsar itu nikmat dan anugerah Allah kepada Rasulullah berupa keturunan yang banyak. Al-Qur'an telah menggaransi keberlanjutan keturunan beliau sejak dini.

Melalui Surat al-Kautsar ini, Allah SWT telah menunjukkan bahwa kelahiran Sayyidah Fatimah r.a, membantah tuduhan orang-orang kafir kalau Rasulullah itu abtar, putus keturunannya. Dari rahim Siti Fatimah, akan lahir keturunan beliau yang tersebar di berbagai penjuru dunia. [dutaislam.com/in]

Artikel Dutaislam.com

Demikian penjelasan asbabun nuzul Surat al-kautsar tentang bantahan atas tuduhan orang kafir prihal terputusnya keturunan Rasulullah. Adapun asbabun nuzul Surat at-Taubah ayat 122, Surat At-Taubah ayat 119, silahkan baca di artikel berikutnya.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini