Senin, 23 April 2018

Asbabun Nuzul Surat al-Ikhlas, Mengenal Esensi Tuhan

Kandungan Surat al-Ikhlas
Asbabun nuzul Surat al-Ikhlas mengandung arti yang besar. Asbabun nuzul Surat al-Ikhlas menegaskan akan keesaan Allah SWT. Di mana saat itu, orang-orang kafir Quraisy mempertanyakan esensi Tuhan yang disembah Nabi Muhammad SAW.

DutaIslam.Com - Histori asbabun nuzul Surat al-Ikhlas berawal ketika Nabi Muhammad hendak hijrah ke Madinah. Orang-orang kafir Quraisy telah merencanakan akan membunuh beliau sebelum berangkat ke Madinah. Dengan pertolongan Allah SWT, beliau berhasil lolos dari kepungan kafir Quraisy dan berhasil keluar dari kota Makkah.

Mengetahui Rasulullah berhasil kabur, mereka menyusun rencana ulang untuk menangkap Rasulullah SAW. Pertemuan tersebut berlangsung di Darun Nadwah. Keinginan mereka untuk menangkap hidup atau mati Nabi Muhammad sangat besar. Terbukti, siapapun yang berhasil menangkap beliau akan diberi imbalan sebesar seratus unta, seratus budak perempuan Romawi dan seratus Kuda Arab.

Kompetisi itu banyak menarik perhatian pemuda Quraisy. Mereka berlomba-lomba memenangkan sayembara tersebut. Di antara orang yang mengikuti misi ini, ada yang bernama Suroqoh.

Dengan gigih akhirnya Suroqoh berhasil mengejar Rasulullah di tengah perjalanan menuju Madinah. Ketika ia melihat Rasulullah dengan jelas, ia langsung menghunuskan pedangnya ke arah nabi. Secara spontan, kuda yang dinaiki Suroqoh terjelembab dan jatuh ke belakang.

Lantas Ia meminta tolong kepada Rasulullah seraya memanggil-manggil, "Muhammad, tolonglah Aku. Bahkan, ia mengajak berdamai dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Namun, setelah Rasulullah SAW menolongnya, ia bergegas menghunuskan pedangnya kembali. Namun ketika ujung pedangnya hendak mengenai Rasulullah, ia tiba-tiba terjelembab dan jatuh kembali.

Ia pun meminta pertolongan kepada beliau lagi. Rasulullah pun menolongnya. Setelah ditolong, ia kembali menghunuskan senjatanya dan berkata, " Hai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Tuhanmu. Bagaimana Dia mempunyai kekuatan seperti itu, apakah Tuhanmu terbuat dari emas atau perak?

Mendapati pertanyaan Suroqoh tersebut, baginda Rasul menundukkan kepalanya. Kemudian datanglah Malaikat Jibril dengan membawa wahyu dari Allah SWT sebagai jawaban atas pertanyaannya Suroqoh tadi. Maka turunlah Surat al-Ikhlas sebagai respon atas apa yang ditanyakan Suroqoh.

Memahami kandungan Surat al-Ikhlas

قل هو الله أحد

" Katakanlah! Dia Allah yang Maha Esa”

Ayat di atas menyatakan secara tegas keesaan Allah SWT. Sifat esa Tuhan meliputi segala aspek: dzat, sifat dan af'alnya (perbuatan). Keesaan Allah berarti Allah SWT tidak tersusun dari unsur atau bagian- bagian. 

Sifat esa Allah tidak sama dengan makhlukNya dalam substansi dan kapasitasnya. Manusia memliki sifat rahim dalam dirinya. Namun, substansi dan kapasitasnya tidak menyamai sifat rahim Allah.

Segala yang berjalan di alam semeseta ini, baik sistem atau wujudnya atas kekuasaan dan kehendak Allah SWT. Kehendak dan kekuasaaNya berjalan selaras dengan takdir serta sunnatullah.

Manusia sebagai makhluknya dituntut untuk beribadah karena Allah SWT. Ibadah dalam pengertian yang lebih luas, meliputi segala aktivitas yang bermuara pada ridahNya. Sehingga, makna syahadat yang diikrarkan dapat meresap dan masuk ke dalam sanubari umat Islam.

الله الصمد

“Allah menjadi tumpuan harapan”

Ayat ini menyatakan makhluk sangat bergantung kepada Allah SWT. Di mana, hanya Allah semata yang menjadi tumpuan dan harapan semua makhluk dalam memenuhi segala kebutuhan.

Secara tegas, ayat kedua ini menegaskan bahwa Allah SWT merupakan dzat yang layak disembah. Karena, hanya dzat yang menjadi tempat bergantung semua makhluk yang menjadi Tuhan.

لم يلد ولم يولد

“Tidak beranak dan diperanakan”
   
Ayat ini menegasikan persepsi dan keyakinan orang kafir. Mereka menyakini Allah mempunyai anak dan diperanakan. Dalam ayat di atas dijelaskan, Allah tidak beranak dan tidak dilahirkan melalui rahim ibu.

Segala bentuk kepercayaan yang menafikan keesaan Allah, tertolak baik secara dalil naqli mapupun aqli.

ولم يكن له كفوا أحد

“Tidak ada satupun yang menyerupaiNya”
     
Pada ayat di atas, Allah SWT menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada satu pun makhluk yang menyamai sifat maupun af'al-Nya. Secara keseluruhan Surat al-Ikhlas menjelaskan sifat-sifat ketuhanan Allah SWT. Sifat ketuhanan tersebut meliputi sifat keesaan Allah, Allah menjadi tempat bergantung semua makhluk, Allah tidak dilahirkan dan melahirkan, serta tidak ada satu pun yang menyamaiNya. [dutaislam/in]

Artikel Dutaislam.com

Demikian penjelasan asbabun nuzul Surat al-Ikhlas tentang mengenal esensi Tuhan. Adapun asbabun nuzul Surat al-Maun: Ciri Pendusta Agama, silakan baca di artikel berikutnya.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini