Minggu, 04 Maret 2018

Catat! 9 Tindakan Harus Diakukan Jika Melihat Tindak Penyebaran Ajaran Radikal di Lingkunganmu

Foto: Istimewa
Oleh Ahmad Yudi Prayoga

DutaIslam.Com - Apa yang harus Kita lakukan jika ada ujaran atau aksi-tindakan intoleransi bahkan radikalisme di lingkungan pendidikan agama anak-anak kita?

Jangan biarkan generasi muda bangsa Indonesia menjadi korban radikalisme! Mulailah dari lingkungan terdekat kita sendiri. Awasi lingkungan sekolah atau komunitas agama anak-anak kita, saudara - saudara Kita. 

Berikut hal-hal harus kita lakukan jika ternyata di lingkungan pendidikan atau lingkungan Agama anak-anak kita ada penyebar nilai-nilai radikalisme:

1. Catat dengan jelas siapa nama - nama atau kelompok yang menyebarluaskan nilai-nilai intoleransi atau radikalisme;

2. Untuk obyektifitas dan pembuktian, catat dan dokumentasikan (audio visual, foto, dsb) bentuk-bentuk ujaran atau tindakan radikalisme yang dilakukan. Misal, memberikan paham bahwa Non-Muslim itu Kafir, mengharamkan hormat bendera merah putih, memberikan buku-buku yang isinya berisi nilai-nilai intoleransi, anti-kebangsaan, dll;

3. Jangan pernah ragu dan takut, karena yang dihadapi (paham radikalisme) sama sekali bukan merupakan ajaran Agama, justru bertentangan dengan paham agama yang sesungguhnya;

4. Laporkan kepada Dinas Pendidikan setempat atau jika perlu bahkan ke Kepala Daerah dan ke Kepolisian setempat. Karena melaporkan tindakan-aksi radikalisme justru merupakan kewajiban konstitusional seorang warga negara untuk tidak membiarkan paham atau ajaran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Aparat Negara memiliki kewajiban mencegah radikalisme di wilayahnya karena bagian dari amanat Konstitusi (UUD 1945);

5. Laporkan ke ulama atau pemuka Agama yang memiliki komitmen kebangsaan;

6. Ajaklah tetangga, teman-teman, komunitas yang memiliki komitmen kebangsaan untuk ambil kepedulian terhadap persoalan radikalisme.

7. Segera pindahkan anak - anak Kita ke institusi pendidikan  atau komunitas Agama yang bebas nilai-nilai radikalisme & intoleransi. Jika perlu, konsultasikan kepada psikolog mengenai pemulihan psikologis anak.

8. Biasakanlah mengajak dialog anak-anak Kita mengenai pemahaman mereka tentang relasi sosial yang sehat;

9. Ajaklah anak-anak mengenal sejarah bangsa Indonesia dengan mengajak ke musium bangsa, Ziarah ke makam tokoh-tokoh nasional dan Pemuka Agama yang mencintai negara Indonesia;

Semoga bermanfaat buat Kita semua, jangan sampai NKRI hancur karena Kita lalai mendidik generasi muda dengan semangat kebangsaan dan mencintai NKRI. [dutaislam.com/pin]

Achmad Budi Prayoga, Advokat LBH GP ANSOR, Pemerhati Radikalisme & Terorisme

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini