Rabu, 28 Maret 2018

Al Ghazali Bilang, Jangan Tertipu Jidad Hitam atau Kain Ditinggikan di Atas Betis. Menghina?

Ilustrasi: Istimewa
DutaIslam.Com - Seandainya kalian tahu dan mengerti jahatnya kaum literalis-takfiri, maka akan mengertilah kalian mengapa ada beberapa ulama yang terkadang "terpaksa" menohok mereka dalam pesan da'wahnya. Misalnya sebagaimana tertulis satir dalam sya'ir al-Imam Ghazali:

ﻻ ﻳﻐﺮﻧﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺮء ﻗﻤﻴﺺ ﺭﻗﻌﻪ ... ﺃﻭ ﺇﺯﺍﺭ ﻓﻮﻕ ﻋﻈﻢ ﺍﻟﺴﺎﻕ ﻣﻨﻪ ﺭﻓﻌﻪ

ﺃﻭ ﺟﺒﻴﻦ ﻻﺡ ﻓﻴﻪ ﺃﺛﺮ ﻗﺪ ﺧﻠﻌﻪ ... ﺃﺭﻩ ﺍﻟﺪﺭﻫﻢ ﺗﻌﺮﻑ ﺣﺒﻪ ﺃﻭ ﻭﺭﻋﻪ

(الامام ابو حامد  محمد بن محمد الغزالى رضي الله  عنه فى "احياء علوم الدين")

Jangan kau tertipu pada pakaian seseorang yang robek - Atau kain sarung yang ditinggikan di atas betis

Atau jidat yang mengkilap kehitam-hitaman - Perhatikan sifat wira’inya tatkala dihadapkan pada dirham.

Apa maksudnya? Apakah Imam Ghazali sedang menghina kaum muslim. Tidak!

Imam Ghazali tidak sedang menghina kaum muslim bergamis dengan celana di atas betis (cingkrang). Imam Ghazali juga tidak sedang merendahkan mereka yang berjidat hitam. Imam Ghazali juga tidak sedang menuduh mereka cinta dunia menjadi hamba dirham. Sama sekali tidak. Beliau juga tidak sedang menghina sunnah, wal'iyâdzu billâh.

Beliau hanya sedang mengkritisi sebagian kaum muslim yang senang menampilkan casing kesalehan tapi jumawa dalam rasa paling benar, berteriak lantang soal dalil keagamaan tapi lacur dalam lisan yang menghinakan.

Bayangkan, kesombongan mereka yang tanpa batas itu berani menilai keimanan orang lain.

Satu lagi, jangan terbuai oleh retorika yang lancar berbasis dalil (meski dalil yang hafal di luar kepala itu diperdebatkan oleh muhadditsin, tetapi dengan lantang ia suarakan sebagai kebenaran). Dan jangan terbuai oleh busana kesalehan. [dutaislam.com/ed/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini