Sabtu, 17 Februari 2018

Rais 'Aam PBNU Ajak Kiai Pesantren Perkuat Ekonomi Santri dan Meng-NU-kan Dunia

Rais Aam PBNU Kiai Ma'ruf Amin saat memberikan tausiyah acara Halaqah Ulama Pesantren yang digelar di Aula Asy-Syarqowi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep Jawa Timur, Jum'at (16/02/2018).
DutaIslam.Com - Dalam sejarahnya, pesantren selalu menjadi ujung tombak pembinaan dalam membangun bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kini kiprah pesantren kian ditunggu, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi santrinya.

Menurut Rais Aam PBNU Kiai Ma'ruf Amin, tugas berat yang diemban pesantren antara lain adalah membangun kemandirian ekonomi sebagai tonggak dari pembangunan bangsa. Sebab, kata Kiai Ma'ruf, salah satu pemicu konflik suatu negara adalah kesenjangan ekonomi.

"NU melalui pesantren sebagai basis utama umat harus mampu memberikan jawaban atas segala kebutuhan dan keresahan tersebut," tegas Kiai Ma'ruf dalam Halaqah Ulama Pesantren yang digelar di Aula Asy-Syarqowi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep Jawa Timur, Jum'at (16/02/2018).

Pada acara yang diprakarsai Pimpinan Cabang Rabithah Ma'ahid Islamiyah (PC RMI) NU Sumenep ini, Kiai Ma'ruf menyampaikan, pembangunan ekonomi harus mampu direspon dengan baik oleh NU dan pesantren. “Karena untuk memperkuat perekomian nasional harus dimulai penguatan dari bawah," lanjutnya di hadapan sejumlah ulama dan kiai se-Madura.

Kiai Ma'ruf juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berpegang teguh terhadap NU dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang. Ia mengingatkan sebagaimana disebutkan oleh pendiri NU, bahwa NU ada untuk seluruh dunia.

"NU telah mendunia, sebagaimana makna huruf dhad yang memanjang dalam lambangnya mengisyaratkan bahwa jam'iyah ini harus berperan aktif mencakup seluruh dunia,” jelas Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat ini.

Pada kesempatan tersebut, Guru besar dalam bidang ilmu ekonomi syariah Universitas Islam Negeri Malang ini juga mengajak untuk bersama meng-NU-kan dunia, guna mensyiarkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin. "Mengingat sekarang NU sudah mendunia, terbukti dari banyaknya cabang, maka tugas kita bukanlah men-dunia-kan NU tapi meng-NU-kan dunia," kata Kiai Ma'ruf.

Terkait perbedaan, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara Banten ini memberikan pesan khusus bagi warga NU. "Dalam menyikapi berbagai perbedaan, warga NU harus mampu mengamalkan sikap toleran dengan baik,” tandas Kiai Ma'ruf.

Apa yang disampaikan oleh Kiai Ma'ruf ini tidak lain adalah demi memperkuat keberadaan jam’iyah NU sendiri. "Karena jika NU kuat, umat juga demikian. Dan apabila umat kuat, maka agama kuat, dan jika agama kuat, pada gilirannya negara akan selamat," imbuhnya

Kegiatan halaqoh ini dihadiri ratusan Nahdliyin, mulai dari pengurus PC dan MWC NU se-Sumenep, kiai dan ulama, pengasuh pondok pesantren, Banom NU dan ratusan santri beserta warga di Madura. [dutaislam.com/zaynollah/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini