Senin, 05 Februari 2018

Pesan Penting Kiai Azaim di Jaman Fitnah dan Ancaman Perpecahan Umat Islam

Kia Azaim Ibrahimy. Foto: Istimewa
DutaIslam.Com – Kini kita memasuki masa dimana terdapat berbagai macam fitnah, musibah yang sedemikian besar serta keadaan yang berat yang menimpa umat Islam yakni ancaman perpecahan dan perselisihan. Dalam setuasi demikian perlu bagi masyarakat dan bangsa Indonesia membuang insting hewani dan merubah diri menjadi manusia yang lebih beradab.

“Ada baiknya kita senantiasa meneladani apa yang diajarkan oleh para Masyayikh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah. Tatkala Kiai Syamsul Arifin membabat hutan untuk mendirikan sebuah pesantren, beliau sama sekali tidak menyakiti binatang dan makhluk lain yang dijumpainya. Bahkan terhadap yang mengancam nyawa sekalipun. Melainkan beliau memindahkannya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang tanpa memusuhi apalagi mencederai,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Kiai Azaim Ibrahim dalam temu Alumni di acara Haul Majemuk Masyayikh dan Keluarga Besar PP Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Jumat (02/02/2018)

Kiai Azaim mengatakan, proses pemindahan makhluk-makhluk tersebut secara filosofis diharapkan tidak hanya terjadi terhadap pemindahan secara fisik belaka. Namun, lebih dari itu, pemindahan makhluk-makhluk juga diharapkan mampu memindahkan insting (gharizah) hewani yang dimiliki oleh manusia sebagai hayawan an-natiq dan merubahnya menjadi manusia yang lebih beradab.

Menurutnya, perbedaan mendasar antara manusia dan hewan adalah memiliki hati dan akal. Dengan hati manusia dapat memiliki dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Dengan akal manusia dapat meningkatkan kebutuhan berdasarkan instrumen yang dapat merubah pola hidup. Dengan keseimbangan hati dan akal yang dimulai dari masing-masing individu inilah akan tercipta tatanan perdaban ilmiah.

”Inilah yang menjadi misi awal Kiai Syamsul Arifin dalam mendirikan pesantren Sukorejo dengan memilih hutan yang dihuni oleh binatang buas dan mahluk halus sebagai lokasinya,” katanya.

Lebih lanjut Kiai Azaim mengutip dawuh Kiai As’ad Syamsul Arifin. Kiai As’ad perna berseru, “tak usah ngalem oreng se tak oning ka kabhenderennah, ben tak olle nyale oreng se tak oning ka kasalaannah” (tak usah memuja orang yang belum diketahui kebenarannya, dan jangan mencela orang yang belum diketahui kesalahannya). Kalimat tersebut, menurut Kiai Azaim, mengandung pesan moral bahwa sebagai manusia jangan mudah terhasut, termakan fitnah/berita hoax yang menjerumuskan.

”Hal ini hanya akan mebawa dampak perpecahan di masyarakat, bahkan mungkin antar sesama alumni Salafiyah Syafi’iyah sendiri. Inilah yang selalu dihawatirkan dan diwanti-wanti oleh Kiai Ahmad Fawaid As’ad,” ucapnya. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini