Sabtu, 10 Februari 2018

Menyikapi Habib Menurut Kiai Nawawi Banten

Foto: NU Online
DutaIslam.Com - Dalam kitab kecil yang hampir pasti setiap pesantren NU pernah menelaahnya yakni Qami’ut Thughyan fi Syu’abil Iman, pada halaman 23 KH. Nawawi Banten menceritakan salah seorang Ulama Mekah yang dipercaya bermimpi berjumpa Sayyidah Fathimah Az-Zahra’ binti Rasulillah SAW. Fathimah tidak mau menoleh kepada ulama tersebut.

Ulama tersebut mengucapkan salam padanya dan bertanya, “Wahai Sayyidah Fathimah. Mengapa engkau berpaling dariku?”

Fathimah RA menjawab, “Kamu terlalu banyak membicarakan (mencela) para syarif,” katanya.

“Wahai Sayyidah Fathimah. Apa Engkau tidak tahu apa yang diperbuat banyak sekarang oleh mereka di tengah-tengah masyarakat?” tanya ulama tersebut

“Bagaimanapun mereka adalah anak cucuku!” ucap Fatimah

“Baiklah, mulai sekarang aku bertaubat.”

Menurut ulama itu, Fathimah RA kemudian mau berpaling kepadanya dan kemudian ia terjaga dari tidurnya.

Para Ulama berpendapat bahwa mencintai Ahlil Bait, hukumnya adalah wajib. Al-Quran telah menandaskan:

قل لا أسالكم عليه أجرا الا المودة فى القربى

“Katakan Muhammad! Aku tidak meminta upah dari kalian atas dakwah ini kecuali ‘mawaddah fil qurba’ (mencintai keluargaku).”

Tetapi jangan “ghuluw”. Artinya jangan seperti Syiah yang dengan kebohongannya mengaku mencintai dan membela Ahlil Bait, kemudian melaknat/mengkafirkan para Sahabat! Inilah di antara pemicu fitnah besar di Syria dan Iraq sampai sekarang.

Ketika si tokoh Munafiq Abdullah bin Ubay bin Salul menyebarkan fitnah bahwa keluarga Nabi SAW, yakni istri tercinta beliau Sayyidah A’isyah RA, diisukan berbuat serong dengan sahabat yang saleh: Shafwan bin Mu’atthal, maka berita hoax ini sangat efektif membikin kacau situasi kota Madinah. Sampai-sampai sahabat sepuh, penyair terkenal Hassan bin Tsabit RA, ikut termakan isu itu dan bahkan ikut menyebarkan. Bahkan saudara dekat ‘Aisyah RA, termasuk pahlawan Badr Misythah RA juga ikut-ikutan ngomong.

Sempurnalah kepuasan si Munafiq Ibn Ubay bisa mengacaukan nuansa harmoni ibu kota negara umat Islam, Thoybah! Dan mereka baru kena batunya ketika Allah SWT menurunkan ayat tentang “bara’ah”-nya Ummil Mukminin ‘Aisyah RA sebagaimana dalam surat An-Nur maka mereka kena sanksi hukuman cambuk 80 kali pukulan. Dan sahabat sepuh Hassan bin Tsabit dan sepupu Abu Bakar Shiddiq si Misythah juga kena sanksi itu.

Dulu, Bahtsul Masail di kalangan NU pernah memutuskan bahwa foto mesum tidak bisa menempati kedudukan 4 saksi dalam qadzfuz zina (tuduhan perselingkuhan). Padahal masa itu yg namanya foto pasti dianggap hal paling jujur. Dan ternyata sekarang bukan hanya photo, film slide pun bisa dibuat-buat, diedit dan segala macam.

Korbannya cucu Rasulullah SAW! Sumber isu apakah tokoh Munafiq atau sekelompok orang yang kecewa dalam kegagalan mencapai kepentingan sesaat. Dan bila kita keburu membenarkan atau bahkan ikut menyebarkan, apakah tidak termasuk terjerumus dalam “qadzaf”. Dan di sini menurut fiqh sunni ada sanksi hukumnya. Yaitu haddul qadzfi, 80x cambukan. Berarti itu adalah “min al-kabair” (termasuk dosa besar). wallahu a'lam [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Ditulis oleh KH. Sadid Jauhari, Pengasuh PP. Assunniyah, Kencong Jember, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini