Minggu, 18 Februari 2018

Menyebut Nama Orang Sholeh Bisa Lebih Ampuh Daripada Menyebut Nama Allah, Mengapa?

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Ada yang menganggap meminta doa orang sholeh tidak perlu dengan alasan agar tidak tergantung pada makhluk. Ada yang menganggap ghuluw (berlebihan) bahkan syirik. Anggapan demikian tentu ada benarnya dari satu sisi demi kewaspadaan. Namun boleh dibilang berlebihan bila dianggap syirik, terlebih jika ditujukan pada orang sholeh.

Ngalap berkah doa orang sholeh sejatinya bukannya kita menyembah atau memuja mereka berlebihan. Ngalap berkah suwuk orang sholeh merupakan usaha mencari rahmat Allah atas hajat. Banyak ayat dan hadits tentang hal tersebut. Contohnya waktu Bani Israil minta Kanjeng Nabi Musa as berdoa agar diturunkan makanan dari langit. Hal ini diperkuat lagi dengan dawuhnya Mbah Wali Sayyidinaa Ibnu Mubarok Rahimallahu Ta’ala, bahwa rahmat Allah diberikan melalui dzikirnya orang-orang sholeh.

Ada suatu kisah yang bisa jadi renungan. Syech Junaid Al-Baghdadi, adalah salah satu Imam besar dalam dunia Sufi dan sebagian besar Tariqah mutabarak sanadnya selalu bermuara kepada beliau.

Dikisahkan, suatu hari beliau mau menyeberang lautan bersama beberapa orang, namun tidak ada kapal untuk menyeberang. Dan Syaikh Junaid memerintahkan kepada setiap orang yang mau menyeberang untuk saling berpegangan tangan sambil salah satunya berpegangan jubah beliau, sambil mendzikirkan atau menyebut  “Junaid…Junaid” selama dalam penyeberangan.

Dan alhamdulillah, semua orang itu selamat, tidak tenggelam di laut kecuali satu orang. Setelah ditolong dan diselamatkan, ia ditanya Syaikh Junaid:

“Apa yang menyebabkan kau tenggelam?”.

“Saya mendzikirkan “Allah….Allah” saat menyeberang. Sedangkan Syaikh menyuruh kami untuk menyebut namamu saat menyeberang. Saya bingung, kenapa hal itu terjadi syaikh?”

Dan Syaikh Junaid menjelaskan:

Selama kau belum mengenal Allah maka patuhilah orang” yang mengenal-Nya, karena ia lebih tahu dari apa” yang tidak kau ketahui”.

Jangan jumawa karena merasa gurunya Allah tanpa mau belajar dari orang-orang-Nya Allah yang Allah amanahkan rahasia-Nya. Tetaplah rendah hat dan kosongkan diri, sehingga kita mampu mewadahi segala ilmu-Nya dari segala sesuatu.

Yang merasa dan mengaku berguru kepada Allah sesungguhnya ia telah berguru pada Iblis. Sehingga sulit menerima nasehat dan kritikan karena merasa telah berguru kepada Allah. Jadi tidak ada yang pantas lagi sebagai guru dan pemberi nasehat dimatanya.

Mengharapkan Rahmat melalui doa orang sholeh juga bisa dianggap tawashul/perantara doa melalui orang sholeh. Kita punya hajat, lalu agar hajat kita dikabulkan maka salah satu usahanya adalah menggunakan barokahnya orang sholeh.

Hal ini berlaku mutlak, baik atsar (bekas), dzat maupun doa dan dzikir orang sholeh tersebut. Ini didasari atsar shohih bahwa Sayyidinaa Umar bin Khattab yang berdoa agar turun hujan lalu bertawassul dengan nama Sayyidina Rasulullah SAW dan Sayyidina Abbas ra atas pangkat, derajat dan hubungan paman keponakan dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Maka atas pangkat dan derajat mereka di mata Allah dengan menyebut nama mereka berdua sehingga dikabulkanlah doa Sayyidina Umar.

Ada juga perintah Nabi kepada Sayyidina Umar dan Sayyidina Ali untuk ngalap berkah kepada Sayyidina Uwais Al Qarni. Maka ngalap berkah menggunakan nama orang sholeh pun bisa diqiyaskan dengan bertawassul dengan orang sholeh. [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Diambil dari sarkub.com


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini