Selasa, 27 Februari 2018

[Hoax] Ini Klarifikasi Mimpi Habib Umar Bertemu Rasulullah yang Disebut Menunggu Habib Rizieq

Klarifikasi mimpi Habib Umar bertemu Rasulullah yang menunggu Habib Rizieq
DutaIslam.Com - Broadcast yang menyebut Habib Umar bin Hafidz bertemu Rasulullah SAW dalam mimpinya, yang katanya sedang menunggu cucunya bernama Habib Rizieq Shihab adalah hoax dan berita bohong.

Dalam broadcast yang sudah beredar sejak tahun 2013 tersebut, Habib Rizieq disebut sebagai satu-satunya cucu Rasulullah SAW yang paling Menegakan amar ma’ruf nahi munkar dan Syariat Islam. Bahkan broadcast bohongan tersebut menyitir Habib Mundzir begini:

"Hanya dalam keterangan dari Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidzh dalam mimpinya tersebut, bahwa dari semua cucu Rasulullah SAW yang paling di tunggu-tunggu adalah Habib Rizieq bin Husein Syihab," tulis pembuat broadcast fitnah tersebut.

Dalam mimpi tersebut, Rasulullah disebut berkata demikian: "Yaa Umar, ini dia cucuku yang sangat aku rindukan, dialah singaku, salah satu dari semua cucuku yang menegakan syariat Islam, amar ma’ruf nahi munkar dan sangat ditakuti oleh musuh musuhnya".

Penelusuran tim Dutaislam.com menyimpulkan, broadcast tersebut sudah pernah dibantah langsung oleh Habib Umar bin Hafidz pada Senin, 2 Desember 2013 saat menghadiri acara di UPN Veteran Surabaya.

Saat itu, beliau ditanya, "Apakah benar beliau bermimpi bertemu Rasulullah Saw. kemudian beliau bertanya: "Ya Rasulullah engkau sedang menunggu siapa?" Beliau Saw. menjawab: "Saya menunggu cucuku yang paling saya cintai." Tak lama kemudian muncullah Habib Rizieg Syahab."

Ini jawaban Habib Umar bin Hafidz:

"Sampai sekarang saya belum pernah mimpi seperti itu". Dan jawaban ini, didengarkan langsung oleh Al-Habib Ubaidillah bin Idrus Al-Habsyi Surabaya, yang saat itu hadir di UPN setelah Ashar.

Karena itulah, bagi semua muhibbin Habib Umar bin Hafidz yang sudah terlanjur memposting atau menshare kisah mimpi bohong tersebut, supaya menyertakan klarifikasi ini atau hapus saja postingannya. 

Kebohongan mengatasnamakan Rasulullah adalah bid'ah mugholladhoh yang tidak bisa dibiarkan meluas. Ini lebih berbahaya daripada narkoba. Hingga 2018, broadcast tersebut masih saja disebar kurcaci FPI untuk mistifikasi imam besar itu. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini