Sabtu, 13 Januari 2018

Mengenal Tuan Alim Pandita Ratu; Penyebar Agama Islam di Lampung

Lukisan Tuan Alim Pandita Ratu Karta
Oleh Hayyu Mashvufah

DutaIslam.Com - Syekh Muhammad Alim Al Madinah yang memiliki adek (gelar) Lampung Tuan Alim Pandita Ratu merupakan seorang pendatang dari Banten. Beliau merupakan anak dari ulama Syekh Soiman di daerah Banten Utara, sebuah desa yang bernama Kresek Kabupaten Tanggerang, wilayahnya berbatasan dengan Kecamatan Sukamulya disebelah timur Gunung Kaler, Saat ini daerah itu disebut sebagai Serambi Banten. Gelar Al-Madinah yang disandangnya didapatkan setelah pulang dari Tanah Suci. Menurut cerita Beliau memang sempat menempuh pendidikan di Mekkah namun tak disebutkan dengan jelas kurun waktu perjalanannya dalam menempuh pendidikan tersebut.

Sedangkan Gelar Tuan Alim Pandita Ratu diberikan oleh Minak Suttan, seorang tokoh atau pemimpin di kampung Karta Talang pada saat itu. Nama Tuan Alim Pandita Ratu memiliki makna yang tersirat. Kata ”Tuan” berarti seseorang yang dipertuankan, “Alim” berarti seseorang yang mengetahui ilmu agama, dan “Pandita Ratu” merupakan perintah ratu. Beliau ditugaskan oleh Raja Banten untuk menyebarkan agama Islam di daerah Lampung. Beliau pertama kali turun di Bandar Lampung.

Tuan Alim menyebarkan agama Islam di daerah Lampung meliputi daerah Bandar Lampung, Gedung Aji, Bakung, dan Karta. Tuan Alim merupakan keturunan dari Syekh Ciliwung. Berikut silsilah Syekh Muhammad Alim AL Madinah atau Tuan Alim Pandita Ratu:

1. Pangeran Jaga Lautan
2. Syekh Raden Kenyep
3. Syekh Ciliwulung
4. Syekh Hasan
5. Syekh Soiman
6. Syekh Alim Al Madinah (Tuan Alim Pandita Ratu)

Syekh Ciwulung merupakan salah satu dari beberapa pengawal pribadi Raja Banten yang pertama Syekh Maulana Hasanudin. Diantaranya adalah Syekh Muhammad Sholeh si ayam jago atau lebih dikenal dengan nama Cili Kored yang dimakamkan di Gunung Santri, Cili Mandira yang dimakamkan di kampung Panyuan, Cili Glebeg yang dimakamkan di seberang Karangatu, dan Cili Wulung dimakamkan di Kresek, Tangerang.

Cara penyebaran Agama Islam Tuan Alim Pandita Ratu yaitu dengan mendekatkan diri kepada masyarakat. Dikisahkan Tuan Alim mengajak masyarakat untuk memancing di sungai, masyarakat tidak ada satu pun yang mendapatkan ikan, namun Tuan Alim selalu saja mendapatkan ikan dari pancingannya. Hal tersebut membuat masyarakat heran dan menanyakannya kepada Tuan Alim. Setelah ditanyakan ternyata Tuan Alim sebelum memancing membaca kalimat mantra yang ampuh, yaitu dua kalimat syahadat. Masyarakat pun mencoba meniru dan mereka berhasil mendapatkan ikan. Setelah itu baru kemudian Tuan Alim menjelaskan makna dari kalimat syahadat yang mereka baca.

Selain itu Tuan Alim juga terkenal dengan kelebihannya dalam menjinakkan kobaran api jika terjadi kebakaran. Tuan Alim Pandita Ratu juga memberikan solusi bagi masyarakat Karta yang saat itu dilanda kemarau panjang. Berkat kelebihan yang diberikan Allah SWT. beliau dapat menemukan sumber mata air yang melimpah yang hanya digali dengan senjata golok pendeknya. Tempat itu saat ini disebut dengan daerah Way Lunik (air kecil). Sumber air kecil ini mampu mencukupi kebutuhan air masyarakat Karta pada waktu itu.

Tuan Alim Pandita Ratu memiliki putra yang tinggal didaerah Karta yang bernama Kyai Haji Makmun yang merupakan ulama penyebar Agama Islam di daerah Karta. Kyai Haji Makmun ini kemudian memiliki keturunan lagi dan berada di Karta. Hingga saat ini masih dapat ditemukan keturunan dari Tuan Alim Pandita Ratu di Derah Karta. Tuan Alim Pandita Ratu wafat pada tahun 1773 tept pada tanggal 10 Muharram.

Senjata Tuan Alim Pandita Ratu
Kopiah Tuan Alim Pandita Ratu
Tulisan asli Tuan Alim Pandita Ratu
Makam Tuan Alim Pandita Ratu
Barang barang peninggalan beliau masih tersimpan rapih dikeluarga keturunan beliau. Areal pemakaman Tuan Alim Pandita Ratu juga terdapat makam Sang Adam, makam Minak Suttan, dan para prajuritnya. Yaitu parajurit Macak Padang, Prajurit Brajo Sesang, Prajurid Tejang Buwok, dan Prajurit Tejang Tanggai, makam Pecalang Dalam, dan makam Tubagus Muhammad Sholeh, pemakaman beliau terdapat di Kabupaten Tulang Bawang Barat. [dutaislam.com/gg]

Sumber: Dokumen hasil wawancara dengan keluarga Tuan Alim Pandita Ratu generasi ke 4 Rasyid Tuan Alim Karta Talang, Pemda Bagian Umum Tulang Bawang Barat.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini