Sabtu, 13 Januari 2018

Hadis dan Hujjah Keutamaan Mengenakan Pakaian Warna Putih

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Setiap muslim bebas mengenakan pakaian apa saja, yang penting menutup aurat. Dalam beribadah seperti shalat, pakaian yang dinekankan selian menurutp aurat yang penting suci dari sudi dari najis.

Namun, demikian banyak dali yang menjelaskan mengenai keutamaan pakaian bagi umat Islam, khususnya dalam shalat. Umat Islam dianjurkan untuk mengenaikan pakai berwarna putih.

Berikut ini beberapa hujjah mengenai keutamaan mengenaikan pakaian berwarna putih:

1. عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا أَطْهَرُ وَأَطْيَبُ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ.

Dari Samurah bin Jundab r.a, sesungguhnya Rasulullah Saw. Bersabda.: ”Pakailah oleh kalian dari pada pakaian-pakaian kalian yang berwarna putih. Karena sesungguhnya pakaian berwarna putih itu adalah pakaian yang paling suci dan yang terbaik, dan kafanilah dengannya orang yang meninggal diantara kalian.” (HR. an-Nasai, at-Tirmidzi, Ahmad bin Hambal, al-Baihaqi, at-Thabrani, Ibnu Majah, Ibnu Syaibah, dan Malik)

2. عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ

Dari Ibnu Abbas r.a ia berkata, Rasulullah Saw. : ”Pakailah oleh kalian dari pada pakaian-pakaian kalian yang berwarna putih. Karena sesungguhnya pakaian berwarna putih itu adalah pakaian terbaik kalian, dan kafanilah dengannya orang yang meninggal diantara kalian.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ahmad bin Hambal, at-Thabrani, Ibnu Hibban, dan Abdu Razzaq)

3. عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ : إِنَّ أَحْسَنَ مَا زُرْتُمُ اللَّهَ بِهِ فِي قُبُورِكُمْ ، وَمَسَاجِدِكُمْ ، الْبَيَاضُ.

Dari Abi Darda r.a ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya (pakaian) terbaik dalam berziarah kepada Allah Swt. pada kubur-kubur kalian dan masjid-masjid kalian adalah pakaian berwarna putih.”(HR. Ibnu Majah, as-Sindi)

4. عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِثِيَابِ الْبَيَاضِ لِيَلْبَسَهَا أَحْيَاؤُكُمْ ، وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ ، فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ.

Dari Samurah bin Jundab r.a, sesungguhnya Rasulullah Saw. Bersabda.: “Hendaklah kalian memakai pakaian berwarna putih untuk dipakai semasa hidup kalian, dan kafanilah dengannya orang yang meninggal diantara kalian.”.”, karena sesungguhnya ia adalah pakaian terbaik kalian.” (HR. an-Nasai, al-Hakim, Ahmad bin Hambal, dan ath-Thabrani)

Pernyataan para ulama tentang pakaian berwarna putih

5. يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (31)

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) Mesjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”(QS al-Araf:31)

Salah satu penafsiran Ibnu Katsir tentang ayat di atas adalah sebagai berikut:

ولهذه الآية، وما ورد في معناها من السنة، يستحب التجمل عند الصلاة، ولا سيما يوم الجمعة ويوم العيد، والطيب لأنه من الزينة، والسواك لأنه من تمام ذلك، ومن أفضل الثياب (3) البياض، كما قال الإمام أحمد:
حدثنا علي بن عاصم، حدثنا عبد الله بن عثمان بن خُثَيم، عن سعيد بن جبير، عن ابن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "البسوا من ثيابكم البياض، فإنها من خير ثيابكم، وكَفِّنوا فيها موتاكم

“Dan dalam ayat ini terkandung makna dari sunnah, disukai berhias tatkala hendak shalat, terutama pada hari Jumat dan hari Id. Dan juga memakai wewangian karena ia bagian dari berhias dan bersiwak (menyikat gigi) karena ia bagian dari kesempurnaan atas hal yang demikian tersebut. Dan yang lebih utama adalah memakai pakaian berwarna putih, seperti yang dikatakan oleh Imam Ahmad: telah menceritakan kepada kami Ali bin Ashim, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Utsman bin Khutsaim dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda: ”Pakailah oleh kalian dari pada pakaian-pakaian kalian yang berwarna putih. Sesungguhnya ia adalah pakaian terbaik kalian, dan kafanilah dengannya orang yang meninggal diantara kalian.” (Tafsir Ibnu Katsir, juz 2, hal 183)

6. ( ويستحب الأبيض من الثياب ) لقوله عليه الصلاة والسلام : ' خير ثيابكم البيض  وقال عليه الصلاة والسلام : ' إ
الله تعالى يحب الثياب البيض ، وأنه خلق الجنة بيضاء

“(Disunnahkan warna putih dari pakaian) berdasarkan sabda Rasulullah Saw:”Pakaian terbaik kalian adalah yang berwarna putih.” Dan Sabdanya yang lain: ”Sesungguhnya Allah Tala menyukai pakaian berwarna putih, dan sesungguhnya Dia menciptakan surga itu putih.” (Syekh Abdullah bin Mahmud al-Mausuli al-Hanafi, al-Ikhtiyar litalil al-mukhtar,  juz 4, hal 190)

7. ولبس الثوب الأحمر والمعصفر حرام وأفضل الثياب البيض

“Memakai pakaian berwarna merah dan pakaian yang dicelup tumbuhan berwarna kuning adalah haram. Dan yang afdlal/lebih utama adalah pakaian putih.” ( Syekh Muhammad bin Abi Bakr ar-Razi al-Hanafi, Tuhfah al-Muluk, juz1,  hal 277)

8. (وَيُسْتَحَبُّ ) الثَّوْبُ ( الْأَبْيَضُ ……) لِقَوْلِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ { إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الثِّيَابَ الْبِيضَ وَإِنَّهُ خَلَقَ الْجَنَّةَ بَيْضَاءَ }

“(Disunnahkan) pakaian berwarna putih berdasarkan hadits Rasulullah Saw {Sesungguhnya Allah Swt. menyukai pakaian berwarna putih. Dan sesungguhnya ia menciptakan surga itu putih.”(Syekh Zadah al-Hanafi, Majma al-anhar, juz 8, hal 149)

9.…}يُسْتَحَبُّ لِلْمُحْرِمِ لُبْسُ الْبَيَاضِ بَلْ وَغَيْرُ الْمُحْرِمِ ؛ لِقَوْلِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ { : الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمْ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ } ، وَفِي الْحَدِيثِ الْآخَرِ { : الْبَسُوا الثِّيَابَ الْبِيضَ فَإِنَّهَا أَطْهَرُ وَأَطْيَبُ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ } .

“…disunnahkan untuk orang yang sedang ihram memakai pakaian berwarna putih, akan tetapi juga disunnahkan untuk dipakai saat selain ihram؛ berdasarkan hadits Rasulullah Saw.: “Pakailah oleh kalian pakaian berwarna putih.

Sesungguhnya ia adalah pakaian terbaik kalian, dan kafanilah dengannya orang yang meninggal diantara kalian.” Dan pada hadits lain : ”Pakailah oleh kalian pakaian yang berwarna putih.
Sesungguhnya pakaian yang berwarna putih itu adalah pakaian yang paling suci dan yang terbaik, dan kafanilah dengannya orang yang meninggal diantara kalian"(Syekh Muhammad bin Abdillah al-Kharasyi al-Maliki, Syarah Mukhtashar Khalil, Juz 8, hal 88)

10. ( فَائِدَةٌ ) ذَكَرُوا أَنَّهُ يَنْبَغِي لِلْإِنْسَانِ أَنْ يَلْبَسَ أَحْسَنَ الْمَلْبُوسِ خُصُوصًا فِي حَالِ صَلَاتِهِ وَأَفْضَلُهُ الْبَيَاضُ

“(Faidah) mereka menyebutkan bahwa seyogyanya bagi orang-orang agar memakai pakaian yang paling baik, khususnya pada saat shalat, dan yang paling afdlal adalah pakaian berwarna putih.”
( Syekh Muhammad bin Abdillah al-Kharasyi al-Maliki, Syarah Mukhtashar Khalil, juz 3, hal 234)

11. ( قَوْلُهُ : وَلُبْسُ الثِّيَابِ الْجَمِيلَةِ ) فِيهِ إشَارَةٌ إلَى أَنَّ قَوْلَ الْمُصَنِّفِ وَجَمِيلُ ثِيَابٍ مِنْ إضَافَةِ الصِّفَةِ لِلْمَوْصُوفِ ( قَوْلُهُ وَأَفْضَلُهَا الْبَيَاضُ ) يَقْتَضِي أَنَّ الْجَمِيلَ شَرْعًا يَكُونُ أَبْيَضَ وَغَيْرَ أَبْيَضَ إلَّا أَنَّ الْأَبْيَضَ

“(Perkataannya : dan pakaian yang bagus) didalamnya terdapat isyarat kepada perkataan pengarang. Dan pakaian yang bagus merupakan idlafah shifat untuk yang disifati (ash-Shifah li al-Maushuf).
(Perkataannya dan yang paling afdlal adalah  (pakaian) berwarna putih), itu menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan bagus menurut syara itu khususnya adalah (pakaian) berwarna putih. Dan dengan selain yang putih, tetaplah putih yang paling afdlal(utama).” (Syekh Muhammad bin Abdillah al-Kharasyi al-Maliki, Syarah Mukhtashar Khalil, juz 5, hal 194 )

12.قوله : ( وأفضلها الأبيض ) : اعلم أن لبس الثياب الجميلة يوم الجمعة مندوب لا لأجل اليوم بل لأجل الصلاة

“Perkataannya: (dan yang paling afdlal adalah pakaian berwarna putih): ”Ketahuilah sesungguhnya pakaian yang bagus(berwarna putih) dihari Jumat itu adalah yang disunnahkan. Akan tetapi hal itu bukan hanya terbatas pada hari Jumat atau hari tertentu saja,tapi disunnahkan pada setiap melaksanakan shalat.”(Syekh Ahmad ash-shawi al-Maliki, Bulghah as-salik, juz 1, hal 331)

13......فيستحب التزين للجمعة بأخذ الشعر والظفر والسواك وقطع الرائحة الكريهة ويلبس أحسن الثياب وأولاها البيض

“…maka disunnahkan berhias pada hari Jumat dengan memotong rambut dan kuku, bersiwak(gosok gigi), memakai minyak wangi,memakai pakaian yang terbaik, dan yang paling utama adalah pakaian berwarna putih. (Syekh SyamKajian ilmiyah: suddin Muhammad bin Ahmad asy-Syarbini al-Khatib asy-Syafii, al-Iqna , juz 1,  hal 162)

14. (وقوله) أفضل الثياب البياض كان الاحسن أن يقول البيض ويصح البياض علي تقدير افضل الوان الثياب البياض وهو معنى الحديث البسوا ثياب البيض أي ثياب الالوان البيض …

فقال اصحابنا يستحب مع الاغتسال للجمعة أن يتنظف بازالة أظفار وشعر وما يحتاج الي ازالتهما كوسخ ونحوه وأن يتطيب ويدهن ويتسوك ويلبس أحسن ثيابه وافضلها البيض ويستحب للامام أكثر مما يستحب لغيره من الزينة وغيرها وأن يتعمم ويرتدى وأفضل ثيابه البيض كغيره هذا هو المشهور وذكر الغزالي في الاحياء كراهة لباسه السواد وقاله قبله أبو طالب المكى

“(Dan perkataannya) yang paling afdlal adalah pakaian berwarna putih (al-Bayadl). Sesungguhnya adalah lebih baik jika mengatakannya dengan lafazh al-Baidl.

Dan yang benar tentang penafsiran al-bayadl adalah pakaian yang terbuat dari kain berwarna putih, karena sesuai dengan makna hadits ”Pakailah oleh kalian pakaian berwarna putih”, yakni pakaian yang terbuat dari kain berwarna putih. Maka berkata para ulama dari madzhab kami, disunnahkan mandi pada hari jumat, membersihkan diri dengan menghilangkan kotoran dari badan serta rambut dan pada apa-apa yang perlu dibersihkan, meminyaki rambut,memakai minyak wangi, bersiwak, memakai pakaian yang terbaik dan yang paling utama adalah pakaian berwarna putih .

Dan disunnahkan bagi imam membanyakkannya / sangat menekankannya, lebih dari orang yang bukan imam, dengan menambahkan memakai sorban dan rida'. Dan tetaplah yang paling afdlal kesemuanya itu berwarna putih, seperti yang lainnya juga,inilah pendapat yang masyhur.

Dan telah berkata Imam Ghazali  dalam kitab ihya, tentang makruhnya pakaian berwarna hitam, dan itulah perkataan yang diucapkan sebelumnya oleh Abu Thalib al-Makki (pengarang kitab Qut al-Qulub).” (Imam Nawawi asy-Syafii, al-Majmu syarh al-Muhadzdzab, juz 4, hal 538)

15. ( وَ ) يُسَنُّ ( أَنْ يَتَزَيَّنَ ) حَاضِرُ الْجُمُعَةِ الذَّكَرُ ( بِأَحْسَنِ ثِيَابِهِ وَطِيبٍ ) لِحَدِيثِ { مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إذَا كَانَ عِنْدَهُ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ وَلَمْ يَتَخَطَّ أَعْنَاقَ النَّاسِ ثُمَّ صَلَّى مَا كَتَبَ اللَّهُ ثُمَّ أَنْصَتَ إذَا خَرَجَ إمَامُهُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلَاتِهِ كَانَ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ جُمُعَتِهِ الَّتِي قَبْلَهَا } رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ فِي صَحِيحِهِ وَالْحَاكِمُ فِي مُسْتَدْرَكِهِ ، وَقَالَ : إنَّهُ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ ، وَأَفْضَلُ ثِيَابِهِ الْبِيضُ لِخَبَرِ { الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمْ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا خَيْرُ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ } رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَغَيْرُهُ وَصَحَّحُوهُ .

“(Dan) disunnahkan(agar berhias) saat menghadiri shalat Jumat (dengan pakaian yang baik dan memakai minyak wangi) berdasarkan hadits {Barangsiapa yang mandi pada hari jumat,memakai siwak, memakai pakaian yang terbaik, memakai minyak wangi jika dia memilikinya, kemudian mendatangi masjid sementara dia tidak melangkahi pundak-pundak orang lain sehingga dia ruku (shalat), kemudian mendengarkan pada saat Khatib berkhutbah dan hingga mengikutinya sampai selesai shalatnya, maka hal itu sebagai penghapus dosa-dosa yang terjadi antara jumat ini dengan hari jumat sebelumnya).

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya dan al-Hakim dalam kitab mustadraknya. Ia al-Hakim berkata bahwa hadits tersebut shahih menurut syarat imam Muslim.

Dan yang paling afdlal adalah pakaian putih, berdasarkan hadits (Pakailah oleh kalian pakaian putih. Sesungguhnya ia adalah pakaian terbaik kalian, dan kafanilah dengannya orang yang meninggal diantara kalian.”), diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan selainnya dan mereka menshahihkannya.”
(Syekh Syamsyuddin Muhammad al-Khatib asy-Syarbini asy-Syafii, Mughn al-Muhtaj, juz 4, hal 31)

16. (والثالث) أحسن ثيابه من الأبيض والأخضر لأنهما من لباس رسول الله صم. والأولى لبس (الثياب البيض فإنها أفضل الثياب) وبعدها الأخضر في كل زمن حيث لا عذر

“(Dan yang ketiga memakai) pakaian terbaik dari yang berwarna putih dan hijau. Karena keduanya adalah pakaian Rasulullah Saw. Dan yang paling utama adalah memakai ( pakaian berwarna putih, karena ia adalah sebaik-baik pakaian), Kajian ilmiyah: Dan setelahnya adalah hijau, yang berlaku pada setiap zaman selama tidak ada udzur.” (Syekh Nawawi al-Bantani, Tausyih ala Ibni Qasim, hal 82)

17. ( وَ ) يُسَنُّ ( لُبْسُ الثِّيَابِ الْبِيضِ ) لِحَدِيثِ { الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمْ الْبِيضَ ، فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ } رَوَاهُ أَبُو دَاوُد ( وَهِيَ ) أَيْ الثِّيَابُ الْبِيضُ ( أَفْضَلُ ) مِنْ غَيْرِهَا ( وَ ) تُسَنُّ ( النَّظَافَةُ فِي ثَوْبِهِ وَبَدَنِهِ وَمَجْلِسِهِ ) لِخَبَرِ { إنَّ اللَّهَ نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ } وَكَانَ ابْنُ مَسْعُودٍ يُعْجِبُهُ إذَا قَامَ إلَى الصَّلَاةِ الرِّيحَ الطَّيِّبَةَ وَالثِّيَابَ النَّظِيفَةَ .

(Dan) disunnahkan (memakai pakaian berwarna putih) berdasarkan hadits {Pakailah oleh kalian pakaian berwarna putih. Sesungguhnya ia adalah pakaian terbaik kalian, dan kafanilah dengannya orang yang meninggal diantara kalian.”}, diriwayatkan Abu Daud. (Dan ia) yakni pakaian berwarna putih(lebih utama) dari selainnya (dan) disunnahkan (menjaga kebersihan pada pakaiannya, badannya, dan majlisnya) berdasarkan pada hadits (Sesungguhnya Allah Swt adalah Nazhifun = Maha Bersih yang menyukai kebersihan).

Dan sesungguhnya Ibnu Mas'ud suka membuat takjub orang lain ketika berdiri hendak shalat dengan aroma minyak wanginya dan pakaiannya yang bersih.” ( Syekh Manshur bin Yunus al-Buhuti asy-Syafii, Kasysyaf al-qina an al-iqna, juz 2, hal 341)

18. لأن الأبيض هو أفضل الثياب ؛ وقد قال - صلى الله عليه وسلم - :
(( خير ثيابكم البيض فالبسوها وكفنوا فيها موتاكم ))……… فاستحبوا لبس الأبيض ؛ لأن النبي -- صلى الله عليه وسلم -- فضله واستحبه للأمة

“Karena sesungguhnya ( pakaian) berwarna putih adalah pakaian yang paling utama؛ dan sesungguhnya Nabi Saw bersabda: “pakaian terbaik kalian adalah putih, maka pakailah oleh orang yang hidup dan kafanilah dengannya orang yang meninggal diantara kalian. Maka cintailah oleh kalian pakaian berwarna putih, karena sesungguhnya Nabi Saw mengutamakannya dan mensunnahkannya bagi umatnya.” ( Syekh asy-Syanqithi,  Durus umdah al-fiqh karangan , juz 4, hal 340)

Demikian hujjah ulama dan hadis nabi mengenai keutamaan berpakaian warna putih. Semoga bermanfaat (dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Ditulis oleh oleh : Mohamad Amin, S. HI. Diedit oleh Redaksi Dutaislam.com


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini